Kecelakaan Maut di Serui, 1 Meninggal Dunia dan 18 Luka-luka

1784

Caption Foto : Para korban kecelakaan jalan Trans Serui-Menawi, Kampung Kabuaena, distrik Yawakukat kabupaten Kepulauan Yapen, Sabtu  (7/10/2017) siang, mengakibatkan 1  MD dan 18 luka-luka (Ist/PapuaSatu.com)

JAYAPURA, PapuaSatu.com –  Kecelakaan maut terjadi di jalan Trans Serui-Menawi, Kampung Kabuaena, distrik Yawakukat kabupaten Kepulauan Yapen, Sabtu  (7/10/2017) siang sekitar pukul 13.00 WIT. Akibatnya, 1 orang meninggal dunia, 14 luka berat dan 4 orang mengalami luka ringan.

Data yang diperoleh dari Humas Polda Papua, kecelakaan maut itu berawal ketika pengemudi mobil Pick Uap L300 nomor polisi DS 8980 LA warna Coklat datang dari arah Kota Serui dengan membawa penumpang sebanyak 20 orang melewati jalan  Frans Kaisepo lanjut melewati jalan Trans Yapen Serui Menawi.

Sesampainya di turunan sekitar kampung Kabuena, mobil Pick Up tersebut mengalami Rem blong sehingga pengemudi tidak bisa mengendalikan kendaraannya hingga menyebabkan mobil PikUp menabrak tembok/dinding/taluk bukitm,  yang mengakibatkan mobil terseret sekitar 23 meter.

Akibatnya, semua  penumpang di atas mobil terjatuh dan mengakibatkan 1 orang meninggal dunia atas nama, Enjelina Puadi  (19 Thn), pelajar warga Jln Muh.Toha Serui, kabupaten kepulauan Yapen,  14 orang mengalami luka berat dan 4 orang mengalami luka ringan.

Juru bicara Polda Papua, Kombes Pol Am Kamal ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kecalakaan lalu lintas yang  mengakibatkan 1 orang meninggal dunia, 14 luka berat dan 4 orang mengalami luka ringan. Dimana para korban rata-rata merupakan pelajar.

“Benar, ada kejadian kecelakaan lalu lintas dan kini korban luka berat dan  luka ringan sedang dirawat di RSUD  kabupaten Kepulauan Yapen, sedang 1 orang meninggal telah disemayamkan ke rumah duka,” katanya, Minggu (8/10/2017).

Atas kejadian itu, Kamal menjelaskan, pengemudi (sopir) dan kondektur melarikan diri dari lokasi kejadian dan kini sedang dilakukan pencarian untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Kami akan mintai keterangan sopir maupun kondekturnya, Apakah ini kelalaian atau ka kecelakaan murni harus dipertanggungjawabkan oleh  sopir tersebut,” katanya.

Kamal pun menjelaskan, dari 18 orang yang mengelami luka berat dan ringan ini masing-masing bernama,  Jefri Arampayai  (18 Thn) pelajar, Grasela Waimbo  (17 Thn) Pelajar, Armince Tabuni (19 Thn) Pelajar, Lisa Karuri (16 Thn) Pelajar, Rosita Karuri (18 Thn) Pelajar,  Sefnat Ayomi (17 Thn) Pelajar, Penam Koridama (17 Thn) Pelajar.

Luki Awarawi (18 Thn) Pelajar, Relis Oliver Suweni  (17 Thn) Pelajar, Kesya Àyorbaba (21 Thn) Plajar, Wempi Aisoki (17 Thn) Pelajar, Jhon Aronggear/ Plajar, Marice Raweyai (Pelajar), Ria Mandoni (Pelajar), Yuliana Rerei (Pelajar),  Evelin Pausei (pelajar), joe. W. Worabai (17 Thn) Pelajar, Vinencia Ayorbaba  (19 Thn)  pelajar. (nius)