Kunjungi Polda Papua, Kedubes Amerika Pertanyakan Kamtibmas di Tembagapura

569

Caption foto : Wakapolda Papua, Brigjen Pol Drs. Marjuki saat menerima kunjungan, Mrs Maredith di ruang kerjannya. Foto : Humas Polda Papua.

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Wakapolda Papua, Brigjen Pol Drs. Yakobus Marjuki didampingi Direktur Sabhara Polda Papua dan Wadil Intelkam Polda Papua menerima kunjungan Mrs. Maredith dan Anggi Prima dari Kedutaan Besar Amerika Serikat, Rabu (11/04/2018).

Dalam kunjungan perwakilan Kedutaan Besat Amerika Serikat di ruang kerjanya, Wakapolda menyampaikan bahwa saat ini kondisi keamanan di Provinsi Papua sangatlah kondusif jika dibandingkan dengan lima tahun lalu.

Menurut Wakapolda, menjelang Pilkada Papua di tahun 2013 lalu banyak sekali terjadi ujuk rasa yang mengerahkan masa dalam jumlah yang sangat besar.

“kalau sekarang ini sudah tidak seperti itu lagi. Hal itu karena telah meningkatnya kesadaran hukum masyarakat Papua yang ingin menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif” kata Brigjen Pol Drs Yakobus Marjuki.

Diungkapkannya, saat ini Polda Papua tengah melaksanakan pengamanan para Komisioner KPU dan Bawaslu sampai pada tingkat kabupaten/kota yang akan ikut dalam pelaksanaan pilkada serentak di tahun 2018 ini.

Lanjutnya, hal tersebut dilakukan oleh pihaknya agar tidak terjadi intimidasi terhadap para Komisioner KPU dan Bawaslu dalam melaksanakan tugasnya. “bahkan personil kami juga melakukan pengamanan sampai pada rumah masing – masing Komisioner KPU dan Bawaslu serta Kantor mereka” katanya.

Marjuki juga menambahkan bahwa saat ini Mabes Polri telah mengambil kebijakan untuk membentuk Satuan Tugas (Satgas) Money Politik dan Satgas Media Sosial (Anti Hoax).

“dan setiap bulannya kami melakukan pertemuan dan doa bersama dengan para Tokoh Agama, KPU dan Bawaslu dari seluruh Kabupaten untuk melakukan doa bersama menjaga situasi kamtibmas di Provinsi Papua” ujarnya.

Untuk diketahui pembangunan di Provinsi Papua saat ini sudah sangat maju berbeda dengan sebelumnya. Hanya saja kita memang mengalami kendala dimana banyak setiap daerah yang hanya bisa dijangkau oleh transportasi udara.

Untuk tingkat kejahatan pada umumnya di wilayah Provinsi Papua menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

Menanggapi hal tersebut Mrs. Meredith menyamapikan bahwa pihaknya sangat memperhatikan situasi di Tembagapura karena banyak warga negara Amerika Serikat yang bekerja di tambang tersebut.

“kami ingin mengetahui bagaimana langkah – langkah Kepolisian menangani kejadian penembakan di Tembagapura serta saat ini ada 2  kandidat calon Gubernur yang berasal dari daerah pegunungan apakah akan ada masalah di daerah pegunungan terkait hal tersebut serta berapa jumlah personil Polri yang dilibatkan dalam pengamanan Pilkada?” tanya Meredith

Wakapolda Papua menyampaikan bahwa untuk diketahui bahwa di Tembagapura ada kelompok kriminal bersenjata (KKB) dengan kekuatan mereka 19 pucuk senjata api lalu saat ini ada juga kelompok kriminal bersenjata (KKB) dari Puncak Jaya yang bergabung dengan mereka dengan kekuatan senjata api mereka sebanyak 22 pucuk senjata api sehingga total kekuatan senjata api kelompok ini 41 pucuk senjata api.

Harus diketahui bahwa kondisi alam geografis di Tembagapura sangatlah menyulitkan personil kita untuk melakukan pengejaran terhadap kelompok kriminal bersenjata (KKB) ini. Direncanakan akan dibuat Pos di daerah Ukimba dan banti yang disinyalir merupakan jalan masuk kelompok KKB.

Untuk masalah 2 Kandidat tidak akan ada masalah antara masing – masing calon Gubernur karena mereka memiliki daerah kantong suara yang berbeda. Personil kami yang terlibat dalam pengamanan Pilkada sebanyak 14.000 (Empat Belas Ribu) personil, saat ini terjalin kerja sama yang sangat baik antara POLRI dan TNI dalam menjaga situasi kamtibmas. [humas polda/abe]