Pemerkosa Bocah Tujuh Tahun Hebohkan Warga Kota Jayapura

621

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Warga Kota Jayapura yang berdomisi di kelurahan Asano, distrik Abepura Kota Jayapura sempat dihebohkan atas ditemukannya seorang bocah berusia tujuh tahun dalam kondisi kritis di perumahan BTN Walikota, tanah Hitam, distrik Abepura, Sabtu (7/10/2017) siang.

Bocah bernama melati (bukan nama asli) ini diduga diperkosa oleh pria tidak dikenal hingga ditemukan warga tak berdaya karena mengalami pendarahan di kemaluan korban. Sontak kejadian itu, warga setempat membawa korban ke RSUD Abepura untuk mendapat perawatan medis.

Juru bicara Polda Papua, Kombes Pol Am Kamal menjelaskan, korban ditemukan ketika salah seorang saksi bernama Abner Herman sedang melaksanakan ibadah dirumahnya. Tak lama kemudian Abner korban sedang berjalan dari arah Bukit/ gunung belakang BTN Walikota Tanah hitam.

Sesampainya disamping rumah Abner, tiba-tiba korban digogong anjing yang kemudian korban langsung jatuh pingsan.  “Abner terpaksa memanggil tetangganya Benjamin Ramanday dan Uslina untuk melihat langsung kondisi korban,” jelasnya.

Dari kejadian itu, korban ditemukan dibagian bagu dipenuhi dengan darah segar. Saat itupula korban langsung dilarikan ke RSUD Abepura, yang kemudian dilaporkan ke Polsek Abepura untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.  “Kami akan menindaklanjuti kasus ini  dengan mencari pelaku,” ujarnya.

Dengan peristiwa itu, Kamal menghimbau kepada  masyarakat untuk selalu berhati-hati dan menjaga anaknya  baik dilingkungan masing-masing atau dimana pun agar tidak terjadi  hal-hal yang tidak diinginkan.

Kendati demikian, Kamal memberikan beberapa tips untuk para orang tua agar anaknya dapat terhindar dari pelaku pelecehan seksual. “tipsnya Pelaku pelecehan seksual kemungkinan besar adalah seorang yang dikenal, selalu mencurigai orang dewasa yang mencoba untuk menghabiskan waktu dengan sang anak,” katanya.

Oleh karena itu, Kamal menekankan kepada orang tua perlu menghindari situasi tidak aman, ajarkan pada anak untuk berkata tidak, selalu bangun komunikasi yang positif dengan anak, mengetahui tanda-tanda kalau anak telah dilecehkan secara seksual, selalu percaya naluri anda dan anak anda. (nius)