Perdamaian Bisa Berlangsung Karena Keterlibatan Semua Pihak

453

MULIA, PapuaSatu.com –   “Saya Bertindak Persuasif, Netral dan Adil, Penindakan Tegas Hingga Akhirnya konflik Pilkada Antara Pendukung Paslon Nomor Urut 1,2 dan 3 Bisa Berlangsung. Perdamaian Ini, maka Masyarakat Bisa Merasakan Pembangunan dan Kesejahteraan,” ucap Kapolres Puncak Jaya, AKBP Indra Napitupulu.

Suasana Kota Mulia yang merupakan jantung ibu Kota kabupaten Puncak Jaya-Papua mulai kondusif pasca dilaksanakannya proses perdamaian adat keliling pohon Dolli, bakar batu dari pihak perempuan dan laki-laki masing-masing pendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati hingga pada pelaksanaan perdamaian pengucapan syukur dan doa bersama antara masing-masing pendukung paslon, yang berlangsung pada hari ini, Rabu 27 September 2017 siang ini.

Pantauan PapuaSatu,com, terlihat masyarakat melakukan aktifitas sama seperti sebelumnya terjadinya konflik pilkada. Bahkan, masyarakat dari pendukung masing-masing pasangan calon berbaur dan saling bersalaman tanpa memiliki rasa dendam antara yang satu dengan yang lainnya.

Kerbersamaan masyarakat dibuktikan dengan cara saling bahu-membahu membantu pemerintah dalam mempersiapakan acara proses perdamaian pengucapan syukur dan doa bersama atas konflik pilkada yang beralangsung di lapangan Monumen Penampakan Roh Kudus, kota Mulia Baru, kabupaten Puncak Jaya.

Suasana kedamaian yang terjadi di Puncak Jaya ini merupakan upaya kerja keras yang dilakukan oleh institusi Polri dibawah pimpinan Kapolres Puncak Jaya, AKBP Indra Napitupulu, TNI dibawah pimpinan Dandim 1714/PJ, Letkol Hindratdno Devidanto, Pemerintah Daerah, tokoh Agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh perempuan.
Kepala Kepolisian Resort Puncak Jaya, AKBP Indra Napitupulu menyampaiakn rasa terimakasihnya kepada seluruh masyarakat kabupaten Puncak Jaya karena telah membantun rasa aman dan damai di daerahnya sendiri serta membantu keamanan dan kenyamanan di daerah pasca konflik yang telah terjadi selama ini.

“Perdamaian yang kami lakukan mulai dengan cara-cara persuasif, himbauan, tindakan tegas secara netral dan adil terhadap konflik yang terjadi. Dan ini tidak terlepas dari hasil koordinasi dari semua pihaknya, mulai dari Pemerintah Daerah, TNI sampai ke para tokoh masyarakat di kabupaten Puncak Jaya,” kata Indra kepada PapuaSatu.com saat ditemui di Kota Mulia, Rabu (27/9/2017) kemarin.

Indra mengemukakan, langkah utama yang dilakukan dalam menteralisir konflik di Puncak Jaya yakni, melakukan tindakan penegakkan hukum tanpa pandangbulu. Baik itu pendukung pasangan calon nomor urut 1, 2 dan 3.

“Kami memaksimalkan peran kami  termasuk juga koordinasi antara muspida dalam memecahkan masalah yang terjadi dan kami sering melakukan koordinasi dengan para pimpinan paslon,” katannya.
Disamping melakukan koordinasi, pihaknya selalu tukar pikiran antara pimpinan pasangan calon, tokoh masyarakat, pemda dan TNI hingga akhirnay tindakan yang dilakukan benar-benar masyarakat menerima apa yang sudah diputuskan hingga terjadi perdamaian secara utuh dengan maisng-masing pendukung pasangan calon.
Indrapun mengakui bahwa masyarakat masih perlu memberikan pemahamaan dan himbauan-himbauan, sehingga selalu meminta masukan dari aspek keagamaan. Sebab, menurutnya daerah kabupaten Puncak Jaya mayoritas  merupakan agaman nasrani yang Takut Akan Tuhan sehingga himbauan yang dilakukan secara iman dan agama masyarakat bisa memahami dan menyadari apa yang telah dilakukan selama ini.
“ Saya melihat efektif karena kalau dibahas dengan agama mereka mengena. Jadi dengan perjuangan keras kami seluruh muspida termasuk rekan-rekan saya dari anggota Polres dan juga saya memaksimal dalam melaksanakan tugas pokoknya, akhirnya bisa tercipta kedamaian di tanah ini,” tukasnya.
Tugas kepolisian,  aku Indra, selalu mengedepankan tugas perlindungan, pengayoman dan pelayanan bagi masyarakat. Bahkan selalu menekankan kepada anggota Polres Puncak Jaya untuk tidak melakukan penyimpangan dalam melaksanakan tugas.
“Kalau ada yang mencederai masyarakat maka kami akan melakukan tindakan tegas. Ini sesuatu keadilan yang kami lakukan. Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan kenyamanan terutama dalam melaksanakan aktifitasnya,” katanya.
Selain penanganan perdamaian, pihak kepolisian menghimbau kepada masyarakat untuk mengajak masyarakat terutama bagi kelompok Kriminal Bersenjata yang sering melakukan tindakan Kamtibmas, untuk diajak kembali dan bersama-sama turun membangun negerinya sendiri dan mencederai rakyat sendiri.
“Kami menghimbaua agar masyarakat yang sudah merasakan pembangunan untuk tidak mendukung kegiatan-kegiatan KKB. Kami berharap bisa mendukung kinerja pemerintahan dan keplisian dalam menjaga keamanan dan kedamaian di tanah ini yang selama ini kita idam-idamkan,” tukasnya.
Menurutnya, dengan kehadiran KKB di kabupaten Puncak Jaya telah banyak memakan korbanjiwa hingga kehidupan masyarakat dalam melakukana aktifitas tidak tentram. “Saya pun tidak bisa memberikan pelayanan yang maksimal, karena anggota saya bisa terancam jiwa,” katanya.
Kendati demikian, pihaknya terus melakukan himbauan dan memberikan pelayanan yang maksimal terhadap masyarakat, sehingga mengerti tentang manfaat bagaimana rasa kebersamaan di tengah-tengah masyarakat itu sendiri.  (nius/don)