TNI/Polri Tidak Boleh Back-Up Pengusaha Miras

480

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Pemerintah Provinsi Papua minta kepada aparat penegak hukum TNI/Polri agar tetap mendukung semua kebijakan peraturan yang sudah dikeluarkan Pemerintah Provinsi Papua terutama masalah minuman keras (Miras).

Gubernur Papua, Lukas Enembe mengatakan aparat TNI/Polri harus membantu Pemerintah daerah untuk memberantas miras karena miras ini salah satu faktor membuat orang papua jadi jahat.

“TNI/Polri tolong bantu kebijakan Pemerintah Provinsi Papua, jangan saudara coba – coba memback – up pengusaha minuman keras untuk tetap menjual miras diatas tanah injil Papua,”kata Gubernur Lukas Enembe di stadion mandala, Kota Jayapura, Senin (5/2/2018).

Dikatakan, Pemerintah dan TNI/Polri sudah komitmen bersama untuk melaksanakan perintah Perdasus tentang pelarangan miras di tanah Papua. “Saya sudah membuat Perdasus miras jadi tolong kita tingkatkan sama – sama, kita semua pelaksana di bawa harus melaksanakan Perda itu siapapun dia baik dari TNI/Polri, pengusaha harus tunduk dan taat pada injil itu yang menjadi penting,”ujarnya.

Dijelaskan, Papua ini tanah injil sehingga harus di jaga dan bersyukur dengan negeri ini mengabdikan diri dengan jujur maka kita akan mendapat satu tanda heran ke tanda heran lain.

“Saya sedikit takut dengan khotbah tadi karena kelihataanya kita masyarakat Papua tidak seperti dulu. Jadi, dia (Firman Tuhan) ingatkan kita semua orang Papua kita mengaku sebagai tanah injil tapi tidak lagi menjadi tanah injil di negeri ini,” jelas Enembe.

Gubernur Lukas Enembe juga meminta kepada setiap orang yang masuk ke tanah Papua harus tunduk dan pada injil yang telah memerdekakan tanah Papua.

“Setiap orang yang datang ke tanah ini harus tunduk dan taat pada injil, hormati pada orang papua yang ada di sini karena tidak ada perbedaan suku ras dan agama tapi harus tunduk dan taat pada injil maka akan di berkati dan menemukan satu tanda heran ke tanda heran lain,” katanya.

Enembe juga menghimbau agar selalu menjaga kerukunan antar umat beragama di tanah Papua yang hidup bersaudara. “Saya minta dengan hormat kita jaga kerukunan umat beragama antara agama – agam di papua karena kita semua adalah saudara,” tegasnya. [piet/loy]