Intan Ramdhani, Peringkat I Bulu Tangkis Turnamen ASTEC Open Kini Koleksi 70 Medali

3353

Caption Foto : Intan Ramdhani Keluarga sebagai Juara I Turnamen Bulu Tangkis Bertajuk Daihatsu Astec Open 2018 di Makasar Sulawesi Selatan beberapa pecan lalu. (Ist/PapuaSatu.com)

JAYAPURA, PapuaSatu.com  – Intan Ramdhani asal siswi SMP Negeri  Jayapura-Papua, mengharumkan nama Papua dalam pertandingan turnaman bulu tangkis bertajuk Astec Open 2018 wilayah Indonesia Timur yang berlangsung di Makasar-Sulawesi Selatan.

Siswi berusia 13 tahun anak pertama dari Ramli Arman Arto dan Ilsa ini, tidak heran lagi jika ingin terus mengejar cita-citanya sebagai pebulu tangkis ke tingkat nasional sama seperti pebulu tangkis lainnya di Indonesia.

Meski baru duduk di bangku kelas VII SMP Negeri 9 Jayapura,  Intan Ramdhani kini sudah mengoleksi lebih dari 70 Medali dan Tropi diberbagai bidang, baik itu lomba Fashion, Menggambar, Baca Puisi serta Olahraga Bulutangkis yang menjadi Talenta Utama.

Impian untuk menjadi pebulu tangkis terkuak sejak kecil. Niat dan dukungan penuh dari orang tua terus dikembangkan, apalagi di lingkungan tempat tinggalnya memiliki lapangan bulutangkis sehingga  Ia dapat menyalurkan bakat itu.

“Saya suka bulutangkis dari kecil dan selalu bermain di lapangan Pink House, tepat di samping rumah saya. Kebutulan lapangan itu milik kakek saya H.Umar Paddesa yang kini anggota DPRD Kota Jayapura,” kata Intan sambil menceritakan kisahkan ketika menjuarai bulu tangkis ASTEC tingkat wilayah Timur Indonesia.

Bakat yang dimiliki Intan menggunggah kedua orang tuanya sehingga mencoba bergabung di salah satu Club Bulu Tangkis Kota Jayapura  yaitu  PB. Cenderawasih.

Intan mulai dilatih oleh salah satu pelatih yang dikenal Hengky. Meski badan yang mungil itu,  Hengky dikenal pelatih yang bisa membawa muridnya sampai ke tingkat Nasional.

Dari Club itulah Intan mulai digembleng dan dibentuk menjadi pemain  bulutangkis meski di usianya masih anak-anak.

“ Kita biasa latihan tiga sampai lima kali seminggu. Semua kami dilatih seperti  teknik – teknik dan fisik oleh pelatih, walau kadang merasa capek tapi saya tetap semangat. Orang tua juga sangat mendukung saya untuk terus berlatih,” katanya.

Intan mengaku dalam  benatnya hanya ingin mau menjadi yang terbaik dan ingin membanggakan hati kedua orang tuanya. “Semangat saya tak bisa lagi dihentikan karena kedua orang tua mendukung apa yang ingin saya cita-citakan,” paparnya.

Sejak itulah  Intan muali bertumbuh dan mulai terbentuk menjadi pemain bulutangkis yang masuk dalam kelas pemula. Seiring perjalanannya waktu, akhirnya Intan mengoleksi lebih dari 70 piala dan tropi.

Medali dan Tropi yang diraihnya ini bukan hanyapada pertandingan Bulu Tangkis, akan tetap diberbagai lomba seperti, Fashion, Baca Puisi  dan Bulutangkis dari berbagai kejuaraan.

Lomba ini diikuti  Intan diantaranya mewakili Provinsi Papua di  Tingkat Nasional O2SN Tahun 2016 di Jakarta dan masuk ke babak 16 besar dari 34 Provinsi di Indonesia. Namun kanda masuk ke delapan besar karena banyak pesaing hebat dari Jawa.

Kegagalan itu tidak membuat Intan patah semangat, akan tetapi ia terus berlatih dan berlatih. Dan setiap perlombaan ditingkat daerah kejuaraan local mewakili club maupun sekolah.

Perjuangan yang ditekuni selama ini ternyata membuahkan hasil.  Intan membuktikan kepada kedua orang tua pada saat mengikuti Turnamen Astec Open di Makasar, Sulawesi Selatan.

Dari situlah Intan meraih Juara I tunggal putri pemula dan Juara III untuk ganda pemula putri sekaligus melengkapi koleksi 8 medali dan 15 teropi dari olahraga bulutangkis.

“Saya bangga dan saya berterimakasih kepada kedua orang tua saya karena sudah mendukung saya selama ini. Dan saya juga berterimakasih kepada pelatihnya saya Hengky sehingga saya bisameraih juara satu pada Turnamen Astec Open 2018,” papar denagn senang hati.

Intan menuturkan, banyak lomba-lomba yang diikuti mewakili club. Ada yang juara satu, dua tiga.  “Saya juga ikut lomba di luar daerah seperti di Merauke,  Nabire dan Ujung Pandang. Kalau di Makasar saya juara I tunggal putri pemula dan  saya sangat bersyukur ,”ujar Intan  yang kini duduk di kelas 7 SMP 9 Jayapura.

Cita-ita yang terpendam selama masih kecil akhirnya terungkap, ketika meraih Juara I. Ia ingin menjadi pemain bulutangkis profesional dan ingin menjadi bagian dari Tim Garuda dalam ajang Internasional.

“Saya ingin menjadi pemain bulu tangkis untuk mewakili Indonesia di ajang internasional,” harap Intan yang mengidolakan pebulutangkis Jepang Nozomi Okuhara.

Orang tua Intan Ramdhani, Ilsa menyampaikan ketertarikan anaknya Intan terhadap olahraga bulutangkis ini mungkin sudah bakat alam, apalagi ditunjang dengan fasilitas yang ada  sehingga bakat itu tumbuh dengan sendirinya.

“Kami melihat ada bakatnya untuk bulu tangkis sehingga kami mencoba anakkami bergabung di salah satu club Bulutangkis sejak kelas 2 Sekolah Dasar dan  disitulah Intan mulai mengembangkan bakatnya,” katanya.

Selani bulutangkis, Intan juga memiliki talenta lain seperti Fashion, Melukis, Menggambar dan Baca Puisi. Hasilnya, Intan sudah meraih sejumlah prestasi. “Yang membuat dia selalu juara baik modeling , bulutangkis dan lainnya  karena dia punya jiwa juang yang sangat tinggi dan dia selalu berusaha menjadi yang terbaik . sifat itu sudah terbawa sejak dia kecil,” ujarnya.

Meski dihadapkan dengan rutinitas latihan, intan tetap membagi waktu untuk belajar dan sebagai orang tua selalu memberikan waktu bagi Intan untuk refresing bersama teman – temannya sehingga tidak membuatnya jenuh.

“Kadang dia tidak mud kalau lagi sakit, atau mau jalan dengan teman sekali – sekali jadi pada saat latihan mudnya turun  karena sudah kepikiran untuk jalan. Biasa kalau begitu tidak latihan,  kita ikut maunya saja karena satu minggu lima kali latihan itu cukup berat bagi dia sehingga pada saat dia minta untuk tidak latihan  kami biasa mengalah,”tutur Ilsa.

Oleh karenanya, aku Ilsa, pihaknya berencana tahun depan akan membawa Intan  mengikuti sekolah khusus bulu tangkis di Jawa untuk lebih memantapkan talenta dan bakat yang dimiliki.

“Ya, kalau ada rejeki rencana tahun depan kami mau bawa dia (Intan) untuk berlatih di jawa karena dia bisa membuktikan bahwa diwilayah timur mampu mengalahkan semua pebulu tangkis. Siapatau di jawa di bisa lebih baik lagi” harapnya. [moza/loy]