7 Anggota TNI, 1 Anggota Polri dan 17 Masyarakat Sipil Meninggal Ditembak KKB

Caption : Para pejabat utama polda papua saat menghadiri refleksi semester I Tahun 2022 di Aula Rastra Sama Polda Papua, Kamis (30/06/2022)
Caption : Para pejabat utama polda papua saat menghadiri refleksi semester I Tahun 2022 di Aula Rastra Sama Polda Papua, Kamis (30/06/2022)

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Aksi penembakan yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di enam kabupaten wilayah Provinsi Papua selama I Semester terhitung sejak bulan Januari-Juni tahun 2022 mengalami peningkatan.

Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D Fakhiri mengatakan, semester I tahun 2022 aksi KKB  terjadi peningkatan sebanyak 11 kasus dari 33 kasus semester I tahun 20221 menjadi 44 kasus di semester I tahun 2022.

“Penembakan itu terjadi daerah Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Nduga, Kabupaten Pegunungan Bintang Kabupaten Yalimo,Kabupaten Jayawaijaya, dan Kabupaten Deiyai,” kata Kapolda dalam refleksi semester I tahun 2022 di Aula Rastra Samara Mapolda Papua didampingi Kabupad Humas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal, Kamis (30/06/2022).

Kapolda Fakhiri, menjelaskan, aksi penembakan yang dilakukan oleh KKB tersebut diantaranya, 7 anggota TNI meninggal dunia dan 12 orang luka, anggota Polri satu orang meninggal dunia dan 2 orang mengalami luka.

Sementara masyarakat sebanyak 17 orang meninggal dunia dan 5 orang mengalami luka tembak, sedangkan untuk kelompok kriminal bersenjata meninggal dunia sebanyak 3 orang.

Menurut Kapolda Fakhiri, Kelompok kriminal bersenjata masih menjadi ancaman yang menimbulkan ketakutan bagi warga masyarakat, khususnya bagi masyarakat pendatang.

Kendati demikian, tegas Kapolda Fakhiri, aparat keamanan tetap mengedepankan pendekatan kesejahteraan dalam penanganan kelompok kriminal bersenjata. “Pemerintah daerah, khususnya para bupati, diminta untuk tampil di depan agar masyarakat tidak merasa canggung terlibat dalam kegiatan kepolisian,” ujarnya.

Polda Papua memaksimalkan upaya pendekatan yang lebih humanis, yang diharapkan bisa menjawab berbagai permasalahan yang selama ini kerap menjadi faktor pemicu terjadinya gangguan keamanan di tengah masyarakat. [redaksi]