Demi Bebas Covis-19 di Papua, Masyarakat Wajib Cuci Tangan Pakai Sabun

25

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Dr. Robby Kayame, SKM. M.Kes, menegaskan kembali pentingnya cuci tangan pakai sabun (CTPS) guna mencegah penularan berbagai penyakit, seperti diare, cacingan, bahkan Covid-19 yang saat ini jumlah kasusnya terus meningkat.

Hal ini disampaikan pada puncak Peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia, Kamis (15/10/2020) di aula Dinas Kesehatan Provinsi Papua.

“Perilaku cuci tangan pakai sabun ini kerap dipandang sebelah mata oleh kita. Padahal, bila dilakukan secara benar, cuci tangan pakai sabun sangat efektif dalam mencegah berbagai penyakit, bahkan Covid-19, ” ujar Robby.

Menurutnya kegiatan Peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia ini serentak dilakukan secara internasional, protokol kesehatan yaitu praktek 3M terdiri dari memakai masker, menjaga jarakfisik, dan mencuci tangan pakai sabun adalah indikator yang penting untuk mengubah perilaku masyarakat.

“Adalah tugas kita bersama untuk berupaya mengubah perilaku masyarakat. Dukungan kita semua akan membantu tercapainya Papua Bebas Covid-19.” Ucapnya.

Dengan jumlah kasus terkonfirmasi sebanyak 7.777 per 11Oktober 2020, Provinsi Papua terusberjuang untuk dapat memutus rantai penularan Covid-19, yang telah menimbulkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat (KKM) melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 11 Tahun 2020. KKM ini mewajibkan seluruh pihak untuk melakukan upaya penanggulangan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Hingga saat ini, praktek 3M (Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun, dan Menjaga jarak) masih menjadi praktekyang efektif dalam mencegah penularan Covid-19. Selain Covid-19, Papua juga terus berjuang untuk melakukan eliminasi malaria. Pada saat ini, sekitar 85% kasus malaria berasal dari Papua. “Upaya eliminasi penyakit ini di Papua menghadapi tantangan akibat adanya perilaku nyamuk yang menggigit di dalam dan di luar rumah,” Jelasnya.

Hal ini berarti penggunaan kelambu dan penyemprotan rumah harus dibarengi dengan intervensi pada habitat nyamuk. Untuk itu, dibutuhkan komitmen bersama dari seluruh pihak untuk menjaga sanitasi lingkungan.

“Ketika kita menggalakkan kembali gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun, tentunya kita juga harus menyadari pentingnya ketersediaan air bersih bagi masyarakat dan juga kesehatan lingkungan kita,” Katanya.

Ia menegaskan juga komitmen bersama untuk memperkuat infrastruktur air dan sanitasi lingkungan, demi tercapainya Papua Bebas Covid-19dan juga eliminasi malaria.Namun tidak kalah penting adalah diperlukan kerja sama dari setiap orang untuk terus mempraktekkan 3M.

“Setiap orang bisa cuci tangan dengan sabun dan air mengalir dan dilakukan setiap saat dan pada waktu-waktu penting.”, jelas Robby.[td/redaksi]