Diduga Ada Skenario Dibalik Penembakan di Areal PT.Freeport

846

Anggota Komisi I DPRP, Laurenzus Kadepa. Foto : Arie Bagus

Laurenzus Kadepa : Saya Menduga Ada Permainan Tingkat Tinggi

JAYAPURA, PapuSatu.com – Anggota Komisi I DPR Papua, Laurenzus Kadepa angkat suara terkait penembakan yang menewaskan seorang anggota Brimob di areal PT Freeport Indonesia, Timika, Kabupaten Mimika, Papua, beberapa hari belakangan ini.

Kadepa bersama seluruh anggota DPR Papua mendukung upaya penegakan hukum yang dilakukan oleh aparat keamanan untuk mengejar dan menangkap pelaku penembakan tersebut.

Namun ia juga mengingatkan kepada aparat untuk tidak membabi buta dalam upaya pengejaran terhadap pelaku penembakan tersebut, hingga masyarakat yang tidak tahu apa-apa menjadi korban.

“ kalau proses penegakan hukum, ya ikuti aturan. Tidak boleh main tembak sembarangan. Kalau penegakan hukum itu saya setuju. Tapi, jangan main tembak dan kami minta jaga rakyat sipil yang ada di sana,” kata, Laurenzus Kadepa saat ditemui sejumlah awak media di Gedung DPRP, Senin (23/10/2017).

Menurutnya, pasca penyerangan oleh para pelaku, diketahui di daerah tersebut terdapat perkampungan yang dihuni rakyat sipil yang tidak tahu apa-apa dengan berbagai macam kepentingan.

Untuk itu, Kadepa meminta agar aparat yang melakukan pengejaran terhadap pelaku penembakan itu, harus benar-benar memastikan pelakunya.

“Jangan sampai dengan upaya pengejaran terhadap kelompok yang diduga melakukan penembakan, tapi akhirnya masyarakat jadi korban. Itu tidak boleh,” tegasnya.

Ketika disinggung soal penambahan pasukan, Kadepa mengatakan, terkadang langkah tersebut menjadi trauma bagi masyarakat.

“Saya pikir kalau kita bekerja dengan jujur tidak hal yang pelu ditakutkan. Jadi bukannya saya setuju atau tidak setuju tentang penambahan pasukan untuk menjaga Kamtibmas, karena terkadang penambahan pasukan menjadi trauma masyarakat tapi disisi lain membantu juga” ujar Kadepa.

Ditambahkannya,  insiden penembakan di daerah emas itu terjadi  sejak Freeport ada, hingga berbagai peristiswa terjadi dan tidak pernah dibawa ke ranah hukum, sehinga ia meminta kepada aparat kepolisian untuk memastikan pelakunya agar segera ditangkap, bukan menduga-duga pelakunya.

Saat ditanyai soal adanya skenario yang diatur untuk menutupi kasus karyawan PT Freeport yang keracunan gas beracun di underground dengan penembakan tersebut, Kadepa menilai hal tersebut bisa saja terjadi karena, di Freeport itu ada berbagai kepentingan.

“Itu permainan tingkat tinggi. Sebagai wakil rakyat saya sarankan kepentingan boleh jalan, tapi tidak boleh korbankan rakyat sipil, karena di area Freeport ini ada beberapa perkampungan. Boleh Polri, Brimob, TNI atau pasukan gabungan melakukan pengejaran terhadap kelompok yang melakukan penembakan atau pengacau, tapi tidak boleh masyarakat sipil jadi korban,” pungkasnya. (Abe)