Doa Lintas Agama Warnai Bukber Penjabat Gubernur Papua

Penjabat Gubernur Papua, Soedarmo saat memberi sambutan pada acara buka puasa bersama di Gedung Negara, Dok V Atas, Kota Jayapura, Rabu (30/5/2018). Foto : Istimewah/PapuaSatu.com

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Suasana berbeda dihadirkan Penjabat Gubernur Papua, Soedarmo, saat menggelar buka puasa bersama (Bukber) di Gedung Negara, Rabu (30/5/2018).

Yakni doa bersama lintas agama, yaitu dari Agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu dan Budha yang dibawakan lima tokoh agama di Kota Jayapura, yang dipimpin Pdt. Lipius Biniluk, yang intinya mendoakan agar Papua tetap damai, terutama pada pesta demokrasi 27 Juni 2018, pemilihan gubernur dan wakil gubernur, juga pemilihan bupati dan wakil bupati di sejumlah kabupaten di Papua.

Pdt. Lipius Biniluk yang memimpin doa lintas agama tersebut menyatakan bahwa doa lintas agama yang dirangkaikan pada acara buka puasa bersama tersebut merupakan yang pertama kali dan hanya terjadi di Papua.

Ungkapan senada dikatakan Penjabat Gubernur Papua, Soedarmo dalam kesempatan tersebut, yang memberi judul mata acara dengan “Puasa dan Doa”. Karena, di tempat lain untuk Pilkada aman dan sukses hanya doa. “Tetapi di sini selai berdoa bersama, sekaligus dengan puasa,” ujarnya.

Hal itu, menurut Soedarmo, sebagai satu hal yang luar biasa dan belum pernah dilaksanakan di tempat lain. untuk saya sebagai penjabat gubernur memberi apresiasi yang tinggi, penghargaan yang tinggi kepada seluruh jajaran para pimpinan umat beragama di Proginsi Papua.

Karena dengan kesadaran sendiri, denga  hati yang ikhlas mau melakukan kegiatan ini dqlam rangka untuk menyukseskan kegiatan, yang merupakan kegiatan pemerintah dalam rangka melaksanakan pilkada serentak di Provinsi Papua ini.

Ust. Umar Bauw Albintuni yang tampil membawa ceramah sebelum buka puasa bersama mengungkapkan bahwa, momen tersebut menghadirkan nuansa bulan puasa yang dirasakan oleh semua umat beragama di Papua. “Sehingga ini menjadi satu perpaduan yang indah,” ungkapnya.

Hal itu, kata Umar Bau, juga mencerminkan aplikasi dari perintah kepasa umat Islam untuk selalu menjalin hubungan kepada Allah SWT maupun dengan sesama manusia.

“Dengan menjalin hubungan kepada Allah, SWT, bagi yang benar-benar menjaga puasanya, akan mencegah diri dari melakukan hal-hal yang membatalkan puasa,” jelasnya.

Sedangkan hubungan dengan sesama, kata Ust Umar Bau, melalui ibadah berpuasa, mampu mendidik pribadi yang lebih peduli terhadap sesama yang merasakan kekurangan, seperti fakir miskin, yatim piatu, dqn lain-lain. [loy]