Gereja Miliki Peran Dalam pembangunan Mental Spiritual Manusia

1263

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Kepala Biro Kesra setda Provinsi Papua, Naftali Yogi mengatakan gereja memiliki peran penting dan strategis dalam pembangunan manusia terutama pembangunan mental spiritual.

“Jadi, gereja sebagai mitra pemerintah harus sehati dan seroh agar tidak terjadi egois dan ambisi masing – masing jemaat karena perpecahan dalam gereja dapat dari Lucifer,” kata Naftali Yogi saat membuka raker BPL Sinode GPDP tahun 2018 di gereja GPDP Jemaat Eluzai, Waena – Kota Jayapura, Kamis (25/10/2018).

Dikatakan, rapat kerja Badan Pekerja Lengkap (BPL) Sinode Gereja Pentakosta di Papua ini sangat penting untuk mengevaluasi program kerja yang telah dilaksanakan tahun – tahun yang lewati.

“Melalui raker ini tentu bahwa akan menyusun program strategis dengan demikin tim yang sudah terbentuk melihat kondisi objektif di tanah Papua bagaimana masalah itu dapat kita pecahkan dengan solusi baik di dalam pelayanan dan tugas kita di masing – masing jemaat,” ujarnya.

Dijelaskan dengan melihat kondisi di tanah papua ini pada pekerja gereja yang ada harus bekerjasama dengan semua hamba Tuhan di tanah Papua terutama keluarga besar Gereja Pentakosta di Papua.

“Kita melihat bahwa gereja masa kini terjadi perpecahan luar biasa yang mengorbankan umat di tanah Papua,” katanya.

Selain itu, kata Naftali, Gubernur Papua menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar GPDP yang turut mendoakan musim pilkada tahun 2018 yang berjalan aman tertib dan lancar sampai terpilih pemimpin pasangan kepala daerah definitif baik Gubernur maupun Bupati/Walikota.

“Mari kita terus bangun kerjasama gereja dan Pemerintah untuk membangun tanah Papua demi hormat dan kemuliaan nama Tuhan Yesus,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua BPH Sinode GPDP, Pdt. Otniel Marini, S.Th mengatakan rapat kerja BPL GPDP tahun 2018 untuk mengevaluasi program pelayanan yang sudah dilaksanakan dan menyusun program kerja tahun 2019 – 2020.

“BPH Sinode GPDP mengusul 1 program prioritas yaitu pembangunan gedung kantor sinode dan STT GPDP karena sampai saat ini belum ada memiliki kantor repsentif,” kata Marini.

Dikatakan, semua berkas baik sertifikat tanah maupun surat – surat lain sudah siap untuk perencanaan pembangunan kantor sinode dan STT GPDP sudah rampung.

“Saya pesan kepada seluruh peserta bahwa program yang belum berhasil dilaksanakan dapat di diskusikan bersama untuk mencari solusi penyelesaian hingga benar – benar manfaatkan raker ini untuk menyusun program kerja yang dapat menjawab kebutuhan umat,” ujarnya.

Marini mengingatkan kepada seluruh umat GPDP agar tetap memelihara persatuan dan kesatuan memuliakan Tuhan dan pelayanan serta waspada terhadap ajaran sesat dan jangan mudah terpancing dengan berita hoax yang masuk merusak pelayanan dalam gereja di tanah Papua.

“Saya mengajak kita semua satu hati satu suara kita bangun GPDP yang maju mandiri dan memiliki iman yang kuat untuk menolak semua bentuk kejahatan yang terjadi di tanah Papua,” jelasnya.

Ketua Panitia raker BPL Sinode GPDP tahun 2018, menjelaskan pelaksanaan rapat kerja BPL membahas isu – isu cerdas untuk pengembangan GPDP khusus pembangunan bangsa Indonesia saat ini dan masa mendatang.

“Satukan hati untuk menyusun program 2 tahun kedepan 2019-2020 serta menyatukan pemahaman visi dan misi pejabat GPDP untuk melayani Tuhan secara struktur dan membangun pemerintah dan mengatasi masalah – masalah sosial di Indonesia terutama Papua dan Papua Barat,” kata Asmuruf. [piet]