Kasus KLB Jadi Pengalaman Bagi Pemerintah dan Masyarakat Asmat

Caption :  Suasana pertemuan Pjs Gubernur Papua, Mayjen TNI (Purn) Soedarmo bersama Bupati, Wakil Bupati Asmat  dan ASN serta pimpinan OPD di Agats, Jum’at (16/3/2018) akhir pecan kemarin.  Foto : Ist/PapuaSatu.com

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Pemerintah Provinsi Papua meminta kepada Pemerintah Kabupaten Asmat dan Masyarakat agar dapat jadikan kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) menjadi sebuah pengalaman dan pengetahun sehingga tidak akan terulang lagi.

Pejabat Sementara Gubernur Papua, Mayjen TNI (Purn) Soedarmo mengharapkan agar Kejaian Luar Biasa (KLB) yang menimpa puluhan anak yang terjadi di beberapa Distrik di Kabupaten Asmat tidak kembali terulang lagi.

“Ya saya memberikan apresisai kepada Pemerintah Kabupaten Asmat yang sangat sikap dalam mengatasi permasalahan Kejadian Luar Biasa (KLB) yang menyebabkan kematian beberapa puluhan anak akibat gizi buruk dan campak,” kata Pjs Gubernur Papua, Mayjen TNI (Purn) Soedarmo saat  pertemuan bersama Bupati, Wakil Bupati Asmat serta ASN dan pimpinan OPD di Agats, Jum’at (16/3/2018) akhir pecan kemarin.

Meskipun status KLB di Kabupaten. Asmat sudah dicabut pada tanggal 5 Februari 2018 lalu, sehingga pihaknya menilai kondisi di seluruh wilayah Asmat sudah ada perbaikan serta tindakan yang di ambil Pemerintah setempat.

“Saya sangat memprihatinkan atas kajian ini, namun mari bersama-sama berdoa dan patut bersyukur kepada Tuhan bahwa bencana ini sudah bisa diatasi dengan baik dan pulih seperti semula,” ujarnya.

Untuk itu Soedarmo mengajak kepada semua komponen yang ada di Asmat agar bersatu dan terus berkerja sama untuk mengatasi semua persoalan yang ada di Kabupaten Asmat ini.

“Kami mohon kepada Bupati dan Wakil Bupati agar terus meningkatkan pelayanan public mereka kepada masyarakat, terutama pada bidang kesehatan dan pendidikan termasuk bidang-bidang lainnya, sehingga masyarakat betul-betul merasakan pelayanan Pemerintah itu dengan baik,”jelasnya.

Diharapkan kepada Pemerintah, masyarakat dan komponen yang ada untuk memiliki rasa kepedulian tinggi dalam membangun Kabupaten Asmat sehingga semua masalah yang menimpa di wilayah ini bisa diatasi dengan baik.

“Apalagi di Asmat ini memiliki potensi yang luar biasa dan kekayaan alam yang begitu banyak, sehingga nama Kabupaten Asmat ini harus dipulih baik secara Nasional maupun Internasional. Tentu saja kita berharap agar kasus serupa ini tidak terjadi kembali disini dan masyarakat bisa hidup dengan tenang dan  damai,” katanya. [piet]