
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Gubernur Provinsi Papua, Mathius D. Fakhiri, melalui Juru Bicara M. Rifai Darus, menyampaikan rangkaian agenda strategis pemerintahan selama sepekan terakhir. Seluruh kegiatan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan tata kelola yang transparan, responsif, serta dekat dengan kebutuhan masyarakat hingga ke wilayah paling terpencil.
Di sektor kesehatan, pemerintah memperkuat kualitas layanan melalui peningkatan fasilitas PONED–PONEK, perbaikan sistem rujukan, serta sinkronisasi standar layanan di seluruh Papua.
Gubernur menegaskan kembali bahwa puskesmas dan rumah sakit tidak boleh menolak pasien. Menurutnya, “menolong adalah langkah utama, administrasi langkah berikutnya.” Kebijakan ini sejalan dengan hasil audit Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Kesehatan RI.
Pemprov Papua bersama BKKBN menindaklanjuti integrasi Kartu JALAN SIDAYA, gabungan program Jaminan Sosial Lanjut Usia milik Pemprov Papua dan program Lansia Berdaya milik pemerintah pusat.
Program ini menjadi instrumen baru dalam pemantauan keluarga lansia serta memperbaiki manajemen data kependudukan untuk memastikan pendampingan yang lebih efektif di lapangan.
Menjelang libur Natal dan Tahun Baru, Gubernur menetapkan kebijakan Mudik Bebas (bersubsidi dan berasuransi) melalui Dinas Perhubungan Papua. Program ini bertujuan menjamin keselamatan perjalanan, meringankan biaya masyarakat, serta memastikan warga Papua dapat pulang kampung dan merayakan Natal bersama keluarga dengan aman dan layak.
Dalam peringatan Hari Ikan Nasional, pemerintah menegaskan dukungan terhadap nelayan dan UMKM perikanan. Papua sebagai provinsi pesisir terus mendorong pengelolaan laut sebagai “tambang emas biru” untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Akselerasi digital terus digenjot melalui perluasan jaringan internet gratis di daerah blankspot. Salah satu contoh konkret terjadi saat Gubernur mengunjungi Kampung Kayu Pulau dan langsung memerintahkan pemasangan internet gratis setelah mendengar aspirasi warga.
Gubernur juga mengikuti dua agenda strategis dengan Bank Mandiri, mencakup perluasan layanan digital, kesiapan sistem transaksi menjelang Nataru, penguatan UMKM, serta percepatan digitalisasi bantuan sosial untuk memperluas akses keuangan masyarakat Papua.
Sepekan terakhir, Gubernur menerima audiensi dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari kelompok agama, paguyuban, lembaga sosial, hingga komunitas. Forum ini menjadi ruang dialog terbuka untuk menyerap aspirasi dan memastikan setiap kelompok memiliki akses langsung kepada pemerintah.
Secara paralel, Gubernur melakukan monitoring mendalam terhadap proses penataan struktur pemerintahan Provinsi Papua. Langkah ini dilakukan secara hati-hati demi menghadirkan birokrasi yang lebih efektif, responsif, dan selaras dengan arah pembangunan daerah.
Dalam ranah politik, Gubernur menghadiri Rakerda Partai Demokrat se-Papua Raya yang meliputi Provinsi Papua, Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Selatan. Kehadiran ini menegaskan komitmen pemerintah menjaga stabilitas politik, memperkuat etika demokrasi, dan menyatukan seluruh kekuatan politik untuk bergerak dalam garis pembangunan menuju Konektivitas Tanah Papua Raya.
Seluruh agenda pekan ini mencerminkan pemerintahan yang bekerja nyata, transparan, merapikan sistem, mendengarkan rakyat, dan memastikan Papua bergerak menuju masa depan yang lebih stabil, produktif, dan penuh harapan — menuju Papua Cerah.
Gubernur juga menyampaikan permohonan doa dari seluruh rakyat Papua agar dirinya, Wakil Gubernur, dan seluruh jajaran tetap diberi kesehatan untuk terus bekerja membangun Tanah Papua yang diberkati. [redaksi]










