Penjabat Gubernur Kunjungi Lokasi Produksi Sagu Papua di Riau

Caption: Pelaksana tugas (Plh) Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Papua, Gilberd Yakwart. Foto: Ist / PapuaSatu.com
Caption: Pelaksana tugas (Plh) Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Papua, Gilberd Yakwart. Foto: Ist / PapuaSatu.com

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Pelaksana harian (Plh) Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Papua, Gilberd Yakwart mengatakan sesuai jadwal Penjabat Gubernur Papua, Mayjen TNI (Purn) Soedarmo kunjungi lokasi produksi sagu Papua  di Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, Kamis (19/7/2018).

Menurut Gilbert, Gubernur Soedarmo merasa tertarik dengan keberhasilan Pemerintah daerah Kepulauan Meranti, Provinsi Riau yang memproduksi sagu, padahal bahan bakunya diambil dari Provinsi Papua.

“Meski Provinsi Papua yang siapkan bahan sagu ke Kepulauan Meranti, justru kami disini memiliki hasil produksi lebih sedikit dibandingkan Kepualauan Meranti, Riau,” kata Gilbert Yakwart kepada wartawan di Jayapura, Rabu (18/7/2018).

Dalam kunjungan ini Gubernur mengajak sejumlah bupati, sehingga sekembalinya ke Papua bisa menerapkan hasil studi di Meranti, di daerah masing-masing.

“Makanya, ini yang barangkali menjadi keinginan Gubernur kepada bupati dan walikota di Papua supaya hal ini bisa ditiru,” ujarnya.

Dikatakan, hasil bumi Papua secara umum tidak kalah jauh dengan daerah lainnya yang ada di Indonesia.

“Saya yakin produk hasil bumi Papua akan banyak dicari konsumen. Dan bakal punya potensi jadi produk unggulan. Namun kita tetap harapkan Pemda setempat bisa turut serta menopang hasil produksi asli di wilayahnya masing-masing,” jelasnya.

Namun, pemerintah dan masyarakat yang mengusahakannya, mesti mengolah dan menjual hasil bumi dengan kreasi dan kreatifitas. “Sebab tanpa inovasi pun hasil bumi yang dijual itu bisa nampak biasa-biasa saja. Tetapi bila dikemas dengan baik dan punya inovasi tinggi,” katanya.

Sebelumnya, Penjabat Gubernur Soedarmo mengimbau Pemerintah Kabupaten/Kota se – Provinsi Papua meniru Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, dalam memproduksi sagu.

Dari data yang dihimpun, Kepulauan Meranti memiliki hasil produksi sagu dengan luas sekitar 12 ribu hektar. Belum lagi pabrik kilang sagu yang mampu meraup keuntungan sekitar Rp 300 juta perbulan.

Sementara petani sagu pembudidayanya bisa menerima sekitar Rp17 juta s/d Rp20 juta perbulan.

“Ini baru 12 ribu hektar. Coba bayangkan pabrik tersebut dikembangkan di Provinsi Papua yang memiliki luas lahan yang bisa ditanami sagu sekitar 1 juta hektar. Saya yakin kalau hal ini kita manfaatkan secara maksimal, maka hasil produksi sag di Papua bisa lebih banyak dibanding Kepulauan Meranti,” ungkapnya. [piet/loy]