Pertikaian Antar Kelompok, Ibukota Kabupaten Yahukimo Tegang

1445
Truk yang mendapat serangan massa saat digunakan angota Polres Yahukimo dan personil Brimob. (inzet : Kombes Pol. AM Kamal)

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Situasi mencekam mewarnai Kota Dekai, ibukota Kabupaten Yahukimo sejak Sabtu (6/10/2018) hingga Hari Senin (8/10/2018).

Hal itu, sebagaimana diungkapkan Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ahmad M. Kamal, setelah dua kelompok massa saling serang yang dilatarbelakangi peristiwa kecelakaan yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia, atas nama Sowa Dapla (23), Sabtu (06/10/2018).

Sementara itu, dari pertikaian yang muncul juga mengakibatkan tiga orang korban meninggal dunia dan lima orang luka-luka, salah satunya adalah anggota Polres Yahukimo yang terkena panah di pinggangnya.

Hal itu dilatarbelakangi terjadinya kasus kecelakaan lalu lintas antar sepeda motor yang mengakibatkan korban an. Sowa Dapla (23) meninggal dunia.

“Korban atas nama Sowa Dapla yang masih dalam tahap belajar mengendarai sepeda motor dari arah Kantor Bupati menuju arah perumahan Eselon 2 Baru dengan kecepatan tinggi, dan saudara Laores Heluka dengan menggunakan sepeda motor dari arah sebaliknya,” ungkap AM Kamal kepada awak media di Media Centre Polda Papua, Senin (8/10/2018).

Melihat Sowa Dapla  mengendarai sepeda motor dengan berkelok-kelok hingga mengmabil ke jalur kanan jalan,  Laores menghentikan laju kendaraannya ke tepi.

“Pada saat bersamaan korban yang tidak dapat mengendalikan kendaraannya sehingga berbelok ke kanan dan menabrak sepeda motor saudara Laores,” ungkapnya.

Tidak berselang lama, sekitar pukul 17.30 WIT keluarga korban yang berjumlah sekitar 20 orang mendatangi Mapolres Yahukimo dengan tujuan ingin bertemu Laores, sehingga anggota Mapolres hanya memberikan kesempatan kepada 4 (empat) perwakilan dari keluarga korban untuk melihat Laores yang pada saat itu mengamankan diri di dalam ruang tahanan Mapolres Yahukimo.

Sementara itu, dengan menggunakan mobil Ambulans jenasah korban dibawa ke Mapolres, namun dihadang anggota Mapolres, sehingga jenasah dibawa ke rumah duka di Kompleks Sosial Dekai.

Pukul 20.16 WIT dua orang warga Pasar Lama Dekai, bernama Welianus Wetipo (23) dan kakaknya bernama Tinus Wetipo (28) Tinus Wetipo (28), bahwa saat berdua menggunakan sepeda motor melewati Jalan Sosial tiba-tiba diserang massa.

Akibatnya, Welianus Wetipo mengalami luka goresan dipunggung sekitar 10 cm akibat sabetan benda tajam, sedangkan Tinus Wetipo mengalami luka terkena panah di dada sebelah kanan.

Pukul 20.25 Wit muncul laporan tindak kekerasan lagi, bahwa ada masyarakat dari suku Ngalik terkena panah dan tergeletak di dalam rumah yang dilakukan oleh masyarakat dari Distrik Sela bertempat di seputaran Apotik Derial Jalan Sosial Dekai.

Laporan serupa datang pukul 21.00 Wit, dari  masyarakat bernama John Mirin, bahwa ada warga masyarakat yang terluka parah dan membutuhkan evakuasi serta pertolongan.

Mendapat informasi tersebut, sebanyak 16 personil Polres dan Brimob BKO yang dipimpin oleh Kasat Sabhara menuju ke TKP.

Sesampainya di TKP, mendapati korban dalam posisi disandera oleh para pelaku.

Pada saat bernegosiasi dengan pelaku untuk mengamankan dan memberikan pertolongan terhadap korban yang disandera, justru mendapat serangan membabi-buta dari para pelaku menggunakan panah dan kapak.

Akibat serangan massa tersebut, salah satu anggota Polres Yahukimo bernama Bripda Herman Arab Dolen  terkena panah di bagian pantat atas.

Anggota Polres Yahukimo yang terkena panah di pantatnya

Karena massa semakin tidak dapat dikendalikan dan terus melakukan penyerangan kepada petugas, Kasat Sabhara memerintahkan personil untuk melakukan tembakan peringatan ke arah atas, karena massa sudah melakukan pengepungan menggunakan senjata tajam dan melempari truk Brimob dengan batu.

“Selanjutnya, Kasat Sabhara memutuskan kembali ke Mapolres dan memerintahkan anggota untuk mengantar anggota yang terkena panah ke RSUD Dekai guna mendapatkan perawatan medis,” cerita AM Kamal.

Atas kejadian tersebut, Kasat Sabhara langsung melapor kepada Kapolres Yahukimo AKBP Angling Guntoro, SIK, yang saat itu berada di penjagaan Polres.

“Karena situasi yang membahayakan nyawa Kasat Sabhata, anggota menembak ke arah pelaku yang mengenai dada kanan dibawah ketiak salah satu pelaku bernama Rangki Sallah (23) dan meninggal dunia,” ungkapnya.

Kapolres Yahukimo bersama Kabag Ops dan beberapa anggota pun melakukan pengecekan para korban di RSUD Dekai.

Keluarga korban masyarakat yang diduga meninggal dunia akibat terkena tembakan pun tidak mau memberikan akses kepada pihak Polres Yahukimo untuk melakukan pengecekan.

“Namun tetap kita lakukan pendekatan kepada tokoh masyarakat, tokoh agama, kepala suku dan keluarga korban agar sama-sama menjaga kamtibmas tetap kondusif,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi berlanjutnya aksi tersebut, saat ini 172 personil Polres Yahukimo dan 1 SST anggota Brimob  telah disiagakan.

Dan untuk menambah kekuatan personil yang ada,  hari Senin (08/10/2018) dikirin 1 (Satu) SST Brimob  ke Yahukimo untuk melakukan pengamanan pasca aksi anarkis massa.

Dan perlu diketahui bahwa, direncanakan personil Polres Yahukimo an. Herman Arab Dolen yang menjadi korban, hari ini akan dirujuk ke RS Bhayangkara di Jayapura.

Meski Hari Senin (8/10/2018) pagi sudah relative kondusif, namun situasi di sekitar TKP masih siaga, karena dua kelompok massa masih berkelompok dan bersiaga.

Untuk jumlah korban secara rinci, Kabid Humas AM Kamal memaparkan, yaitu  untuk korban meninggal dunia akibat kecelakaan bernama Sowa Dapla (23), warga Kompleks Sosial Kalibonto.

Dan untuk korban dari warga akibat diserang oleh massa, yaitu Tinus Wetipo (28), warga Pasar Lama ( mengalami luk terkena anak panah di bagian dada sebelah kanan;  Latus Yalak, (17),  luka pada kaki bagian pergelangan akibat kena batu;   Anis (55) mengalami luka pada bagian punggun bagian tengah luka terkena parang;  Febrina Salak, mengalami luka pada bagian pipi sebelah kiri;  Yopenia Payage (2)   yang terluka terkena panah pada telinga bagian kiri.

Sedangkan  anggota polri yang terkena panah pada pantat kiri bagian atas akibat diserang oleh massa bernama Herman Arab Dolen (27).

Untuk identitas korban dari warga yang meninggal dunia akibat diserang oleh massa yaitu Rangki Salla, (19) meninggal dunia diduga akibat terkena tembakan;  dan seorang mantra bernama Yoram Payage,  yang terkena panah pada punggung kiri dan punggung kanan.[yat]