Ramses Wally : Saya Dukung Pemekaran Tetapi Orang Papua Harus Rasakan Keuntungannya

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Tokoh Politik, Ramses Wally angkat bicara terkait rencana pemekaran atau Daerah Otonomi Baru (DOB) di Provinsi Papua dan Papua Barat.

Meski DOB menimbulkan pro dan kontra, DOB saat ini sedang dibahas baik tingkat Provinsi maupun Pusat. “Pemekaran ini akan terjadi. Di Papua akan ada Papua Tengah dan Papua Selatan, sementara di Papua Barat akan ada Provinsi baru yakni Papua Barat Daya,” terang Ramses pada awak media di sebuah hotel di Jayapura, Jum’at (11/3/22).

Menurut Ramses, dari sisi syarat pemekaran, Papua Tengah telah memenuhi syarat sedangkan Papua Selatan masih belum memenuhi syarat. “Di Papua Selatan baru ada 4 kabupaten. Papua Selatan bisa menjadi Provinsi bila Merauke ditingkatkan menjadi Kotamadya dan mencari daerah baru untuk Kabupaten,” ujarnya.

Papua dari sisi wilayah, dinilai cukup luas, tetapi jumlah penduduk Orang Asli Papua (OAP) sedikit. Bila terjadi pemekaran, Ramses pertanyakan itu untuk siapa?

“Bila hari ini saya lihat pemekaran terjadi, itu sesuatu hal yang saya bisa garis bawahi itu model-model daerah orde baru.yang dumana terjadi daerah-daerah transmigrasi untuk mengembangkan Papua. Akhirnya yang saya takutkan terjadinya pemekaran adalah terjadinya perpindahan penduduk dari daerah lain ke Papua,” kata Ramses.

Dilanjutkan, jumlah OAP yang sedikit ini, belum disiapkan dengan baik sehingga bila hal ini didorong terus menerus, maka orang Papua tidak menjadi tuan diatas tanahnya sendiri.

“Itu sama saja kita menggiring orang Papua menuju MPP atau Mati Pelan-Pelan. Artinya pemekaran bukan untuk mensejahterahkan orang Papua jadi perlu disiapkan secara baik,” lanjutnya.

Dari sisi keuntungan pemekaran, Ramses nilai hubungan antara daerah baru dengan pemerintah pusat baik, masyarakat sejahtera. Dari sisi pemekaran, bagaimana pendekatan pemerintah melayani masyarakat.

Ia juga meminta pemerintah memikirkan manfaat DOB dengan baik, mekanisme dan sistem juga harus diubah agar orang Papua menjadi tuan diatas tanahnya sendiri. “Saya sekali lagi mendukung pemekaran, saya oke-oke saja akan tetapi dengan tanda kutip, ‘orang papua harus merasakan itu’ sehingga negara tidak rugi dan orang Papua tidak teriak minta merdeka,” pungkas Ramses. [ayu]