Komisi V DPRP Bersama Dinas PPAD Kunjungi SMAN 4 Keerom

KEEROM, PapuaSatu.com – Komisi V DPR Papua beberapa waktu lalu audiensi bersama para guru perwakilan dari SMA Negeri 4 Keerom diruang rapat komisi V DPR Papua.

Menindaklanjuti hal tersebut, Komisi V DPR Papua bersama Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah (PPAD) Provinsi Papua mengunjungi SMAN 4 Keerom, Sabtu (30/10/21) pagi.

Ketua Komisi V DPR Papua, Timiles Yikwa katakan, kunjungan ini adalah kunjungan balasan, dimana pihaknya datang untuk melihat secara langsung kondisi sekolah tersebut.

“Kita melihat kondisi sekolah ini, sekaligus berdiskusi dengan seluruh guru, kepala sekolah dan juga ada kepala dinas PPAD disini, karena ada beberapa keluhan yang disampaikan pada kami beberapa waktu lalu,” katanya.

Ia ungkapkan keluhan utama di SMAN 4 Keerom yaitu kekurangan tenaga guru dan minta dibangunkan perumahan guru. Sebagai tugas DPR yakni mengawasi dan memfasilitasi antara pihak sekolah dan dinas terkait.

“Jadi yang akan menjawab itu semua adalah dari Dinas PPAD. Namun, kami percaya hampir semua sekolah di 29 Kabupaten/Kota ini permasalahannya sama, oleh karena itu apa yang dikeluhkan tadi dapat dijawab tetapi secara bertahap,” ungkap Timiles.

Dikesempatan yang sama, Kepala Dinas PPAD Provinsi Papua, Protasius Lobya sampaikan, keluhan-keluhan yang menjadi prioritas tentu akan dijawab. “Seperti kebutuhan tenaga guru, itu akan kami utamakan,” ujarnya.

Sedangkan untuk pembangunan rumah dinas untuk guru, Protasius jelaskan harus ada surat pelepasan tanah dan sertifikat tanah. “Jika itu ada, nanti dukungan dari Komisi V DPR Papua dengan instansi teknis seperti DPU, kalau bisa dibangun pasti dibangun,” jelas Protasius.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 4 Keerom, Anton Lokobal, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Komisi V DPR Papua berserta Dinas PPAD Provinsi Papua.

“Terima kasih atas kehadiran dan kunjungannya. Apa yang kami keluhkan langsung dapat terjawab. Ini semua butuh proses, dan kami tadi sudah sampaikan semua aspirasi kami,” tuturnya.

Anton beberkan, jumlah guru sendiri saat ini ada 17 orang dan tata usaha 4 orang, akan tetapi guru-guru jurusan itu masih kurang. “Guru yang sesuai jurusan itu masih kurang. Ada 5 yang statusnya sebagai honor dan dibayar tidak sesuai dengan apa yang mereka kerjakan karena dibayar dari dana bos,” tukas Anton.

Setelah pertemuan, Komisi V DPR Papua menyerahkan bantuan bola dan net untuk kelengkapan alat olahraga di SMAN 4 Keerom dan uang tunai sebagai bantuan transportasi kepada para guru yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Sedangkan Kepala Dinas PPAD Provinsi Papua, Protasius Lobya telah menindaklanjuti rekomendasi Komisi V DPR Papua terkait dengan kekurangan guru di SMAN 4 Keerom, sehingga ia menugaskan kepala bidang ketenagaan dan kepala bidang SMA untuk melakukan mutasi kepada 1 guru matematika dan 1 guru BP yang berdomisili di di wilayah Keerom, Senin (1/11/21).

Guru tersebut boleh diambil dari guru P3K, honorer maupun guru PNS. Hal tersebur dilakukan sebagai tindaklanjut dan langkah sigap yang diambil oleh Komisi V DPR Papua dan Dinas PPAD Provinsi Papua dalam menyikapi kekurangan guru di SMAN 4 Keerom. [ayu]