1 Juli, Polresta Jayapura Kota Kerahkan 500 Personil Untuk Patroli dan Sweeping

0
49
Kapolresta Jayapura Kota, AKBP Gustaf R. Urbinas
Kapolresta Jayapura Kota, AKBP Gustaf R. Urbinas

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Momen tanggal 1 Juli menjadi momen bahagia bagi institusi Polri, karena merupakan hari jadinya yang disebut Hari Bhayangkara.

Namun, khusus di Papua, 1 Juli juga ada yang mengklaim sebagai Hari Ulang Tahun Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Karena itu, aparat kepolisian melakukan kesiapsiagaan dalam mengamankan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di momen tersebut.

“Untuk 1 Juli kita melakukan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan, berupa patroli dan razia selektif pada jam-jam rawan,” ungkap Kapolresta Jayapura Kota, AKBP Gustaf R. Urbinas saat ditemui wartawan di halaman Mapolresta Jayapura Kota, Selasa (30/6/20).

Untuk kegiatan dimaksud, AKBP Gustaf mengerahkan dua pertiga kekuatan yang dimiliki POlresta Jayapura Kota dan jajaran Polsek-Polsek ditambah satu pleton personil Brimobda Papua dan satu regu pasukan taktis dari Satuan Samapta Polda Papua.

“Kurang lebih 500 personil kita ada di lapangan mulai malam ini sampai nanti tanggal 2 Juli,” ungkapnya.

Kegiatan kepolisian yang ditingkatkan tersebut, mulai digelar Hari Selasa (30/6/20) hingga Tanggal 2 Juli 2020 nanti.

“Untuk titik semua terkaver, yaitu setiap wilayah distrik sebagai wilayah hukum Polsek ada satu kegiatan yang akan kita laksanakan pada tempat dan jam yang telah kita tentukan hingga pagi hari,” jelasnya.

Saat disinggung bila ada kelompok masyarakat yang melaksanakan kegiatan 1 JUli sebagai HUT OPM, Kapolresta dengan tegas tidak akan mengijinkan kegiatan atau aktifitas yang dilakukan tanpa pemberitahuan dan rekomendasi dari pihaknya.

“Apabila ada kegiatan atau aktifitas masyarakat yang tidak melakukan pemberitahauan dan tidak mendapat rekomendasi dari pihak kepolisian, terutama Polresta, maka kegiatan tersebut tidak akan kita ijinkan,” tegasnya.

Untuk itu, pihaknya akan melakukan upaya-upaya komunikatif dan himbauan supaya kegiatan yang melanggar undang-undang, melanggar norma-norma hukum dan sosial kemasyarakatan agar tidak dilaksanakan.

“Juga saat ini yang lebih special bahwa kita berada di dalam situasi pandemic Covid-19,” tandasnya.

Sehingga, jelas Kapolresta Gustaf, kegiatan kemasyarakatan yang bersifat mengumpulkan orang, social distancing diutamakan.

“Jadi apabila tidak dipatuhi, maka langkah tegas kita pasti akan kita lakukan pembubaran,” tegasnya lagi,

Namun demikian, kata Kapolresta, pihaknya akan mengedepankan upaya-upaya persuasive dan pencegahan.

“Dan satu lagi, tetap patuhi protocol kesehatan untuk pencegahan penularan Covid-19,” pungkasnya.[yat]