21 Agustus, Pasien Covid Di Jayapura Akan Tempati KM Tidar Untuk Isolasi

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Pasien covid-19 yang berada di kota Jayapura akan menempati KM Tidar mulai Sabtu, 21 Agustus 2021 nanti.

Sebelum digunakan sebagai tempat isolasi terpusat (isoter) terapung, KM Tidar dikunjungi oleh Walikota Jayapura, Benhur Tomi Mano guna pengecekan terkait pelayanan dan kesiapan fasilitas yang ada.

“Seharusnya kita evakuasi besok, tapi tadi saya cek secara tiba-tiba, saya undang Kapolres dan teman-teman untuk lihat, kita harus menyiapkan tempat ini aman dan nyaman. Untuk itu saya minta ada dekorasi, penyemprotak dikapal supaya nyaman,” katanya saat diwawancarai awak media, Kamis (19/8/21).

Orang nomor satu di kota Jayapura ini ungkapkan, fasilitas lainnya di kapal juga terbilang bagus. “Airnya lancar, kamar mandinya bagus, saya tambah televisi dan dispenser. Nantinya mereka (pasien covid) akan ada senam dan jemur panas dibawah, saya minta kapten kapal harus ada tempat untuk pasien jemur pakaian mereka,” ungkap lelaki yang akrab disapa BTM.

Selain itu, ia juga memperhatikan fasilitas internet agar para pasien gampang mengakses layanan internet. “Kalau layanan internet belum ada maka kita akan pasang indihome supaya yang datang kesini terlayani dengan baik maka saya harap tingkat kesembuhannya akan tinggi,” ujarnya.

BTM katakan, pada tanggal 21 Agustus nanti, pasien covid yang dirawat di rumah sehat LPMP akan dipindahkan ke KM Tidar. Ia juga sampaikan bahwa sistem pelayanan yang diberikan di KM Tidar sama seperti yang diberikan di LPMP Kotaraja.

“Pelayanan sama mulai dari makan dan minumnya, tenaga dokternya, obat-obatannya, semua sama. Hanya tempat saja yang kita pindahkan ke KM Tidar. Untuk saat ini yang akan dipindahkan berjumlah 84 orang,” tuturnya.

Selain pasien dari LPMP Kotaraja, para pasien yang didapatkan dari hasil sergap dilapangan seperti di mal, pasar-pasar serta tempat umum lainnya akan langsung di evakuasi di KM Tidar.

Jumlah kapasitas daya tampung KM Tidar sebanyak 2.000 orang, akan tetapi Pemerintah Kota Jayapura hanya akan menggunakan kapasitas sebanyak 924 orang di dek 4. “Untuk laki-laki dan perempuan akan dipisahkan,” imbuh BTM.

Jangka waktu KM Tidar digunakan sebagai isoter terapung adalah sampai berakhirnya PON XX tahun 2021 nanti. “Saya laporkan dengan Menteri Perhubungan, saya bicarakan kalau kita ada PON danĀ  pak Menteri minta sampai selesai PON Pemerintah Kota Jayapura bisa memakai kapal ini,” bebernya.

Sementara itu, Kapolresta Jayapura Kota, Gustav R. Urbinas selain pasien di LPMP yang akan menempati KM Tidar, para pasien yang terkonfirmasi positif khususnya dari tanggal 15 Agustus sampai tanggal 20 Agustus juga akan dijemput ditiap kelurahan dan menempati KM Tidar.

“Karena sangat beresiko tinggi untuk menularkan kepada orang lain dan juga kepada temuan pasien positif swab antigen pada saat kegiatan yustisi yang tiap hari dilaksanakan oleh satgas covid kota,” katanya.

Dikesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, dr. Ni Nyoman Sri Antari membeberkan sejumlah pelayanan medis di KM Tidar nantinya.

“Ada pemeriksaan baru masuk dari dokter. Tenaga dokter umum ada 3 orang, 6 orang perawat, 3 orang analis kemudian 3 orang tenaga farmasi, 1 orang ahli gizi, 1 orang spesalis paru (konsultan) dan dokter anak,” bebernya.

Nantinya yang dirawat di KM Tidar adalah Orang Tanpa Gejala (OTG) dan gejala ringan. “Tapi kadang-kadang orang datangnya saat saturasi oksigen sudah 93 tapi kami tetap saring,” pungkasnya. [ayu]