285 Petugas Pendataan Awal Regsosek Kabupaten Jayapura Siap Turun Lapangan

32

SENTANI, PapuaSatu.com – Untuk melaksanakan program pendataan awal registrasi sosial ekonomi (Regsosek) di 19 distrik se-Kabupaten Jayapura, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jayapura telah menyiapkan 285 petugas.

Petugas pendataan tersebut, telah menjalani pelatihan di Hotel Grand Allison Sentani tentang teknik pengambilan data, yang secara resmi ditutup oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jayapura, Arry Ronny D. Deda,S.SIP,MT, Selasa (11/10/22).

“Ini satu langkah yang sangat baik dalam rangka percepatan menyelesaikan masalah-masalah yang ada di dalam masyarakat yang selama ini sedang berkembang,” ungkap Kadinsos saat ditemui wartawan usai menutup pelatihan.

Melalui pendataan tersehut, diharapkan menghasilkan keakuratan data sosial dan ekonomi setiap rumah tangga.
“Dengan akurasi data yang tepat, supaya nanti dalam pengambilan kebijakan, keputusan-keputusan dalam bantuan-bantuan itu bisa tepat sasaran,” ujarnya.

Dikatakan, selama ini banyak masyarakat yang komplain tentang data-data yang tidak akurat.
“Inilah persoalan-persoalan yang kita hadapi selalu,” tegasnya.

Dikatakan dengan teknik pendataan yang digunakan BPS saat ini sangat baik dan maju, karena selain data nama dan alamatnya, tapi juga memanfaatka teknologi modern yang bisa menggambarkan secara visual kondisi rumah tempat tinggalnya.

Ia pun mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk membuka diri, dengan menyambut baik petugas pencatat yabg datang, mengingat pentingnya data yang akan dikumpulkan.

Di kesempatan sama, Kepala BPS Kabupaten Jayapura, Marcus Tuange,S.ST mengungkapkan bahwa pelatihan dilakukan dalam tiga gelombang sejak tanggal 4 Oktober 2022.

“Kita sudah membekali petugas-petugas dan siap turun ke lapangan,” ungkapnya.

Petugas natinya akan mendata semua penduduk, dengan terlebih dahulu berkoordinasi dengan aparat pemerintahan setempat mulai dari distrik hingga RT/RW.

“Mereka akan turun lapangan, dan RT atau RW akan menuntun mereka,” jelasnya.

Dalam hal ini, semua penduduk didata, namun khusus untuk rumah tangga yang masuk kategori miskin ekstrim akan diambil data lebih detail, termasuk posisi rumah dalam peta geografis maupun gambaran dalam bentuk fotonya.

“Kegiatan ini mulai berlangsung tanggal 15 Oktober sampai dengan 14 November 2022,” ungkapnya.

Ia juga berharap kepada seluruh masyarakat, khususnya di Kabupaten Jayapura untu mau menerima petugas pendataan lapangan yang datang.
“Terlebih aparatur-aparatur distrik, kelurahan/kampung, saya harap menuntun mereka (petugas) dengan baik,” harapnya.[yat]