44 Mahasiswa/i Ekstensi FISIP Uncen PKL ke Kampung Yokiwa

0
314
Caption : Suasana foto bersama 44 mahasiswa/I kelas Eksetensi angkatan 2016 dengan Pembantu Dekan I, Dr. Marlina Flassy, M.Hum.,Ph.D, ketua Prodi, Dr. Marlina Flassy, M.Hum.,Ph.D dan sejumlah Dosen FISIP, usai acara pelapasam, pada Kamis (08/08/2019).
Caption : Suasana foto bersama 44 mahasiswa/I kelas Eksetensi angkatan 2016 dengan Pembantu Dekan I, Dr. Marlina Flassy, M.Hum.,Ph.D, ketua Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP UNCEN, Dr. Yan Hendrik Bonsapia, S.Sos., MPA dan sejumlah Dosen FISIP, usai acara pelapasam, pada Kamis (08/08/2019).

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Sebanyak 44 Mahasiswa/i  Program Studi Ilmu Pemerintahan Kelas Ekstensi dilepas secara resmi untuk ikut Kerja Kuliah Lapangan ke Kampung Yokiwa, distrik Sentani Timur,Kabupaten Jayapura,  oleh Pembantu Dekan I, Dr. Marlina Flassy, M.Hum.,Ph.D, Kamis (08/08/2019).

Pelapasan mahasiswa/I kelas Eksetensi ini ditanda dengan penyematan tanda nama kepada perwakilan mahasiswa yang disaksikan langsung Ketua Prodi  Ilmu Pemerintahan FISIP UNCEN, Dr. Yan Hendrik Bonsapia, S.Sos.,MPA, Dosen pendamping dan di ikuti puluhan mahasiswa kelas reguler yang turut ikut melakukan PKL di kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat.

Kepada wartawan, pembantu Dekan I, Dr. Marlina Flassy, M.Hum.,Ph.D mengatakan, PKL  yang dilaksankaan di daerah untuk membantu masyarakat dan pemerintahan di kampung atas teori-teori tentang pemerintahan yang telah diterima selama proses perkuliahaan di Kampus.

“Mereka akan melakukan penataan sistim adminsitrasi kampung yang ada, melalui Monografi Kampung, sehingga ketika orang datang ke Kampung maka data-data  semua sudah ada. Jadi terori yang mereka terima bisa mempraktekkan langsung dengan membantu aparat kampung dan jajarannya,” katanya.

Selain datang ke kampung untuk membawa ilmu kepada pemerintah kampung, tapi juga mahasiswa/i membangun hubungan relasi  kepada masyarakat setempat, baik dari segi budaya maupun adat.

“Mereka bisa beradaptasi dengan lingkungan  dan masyarakat setempat. Jangan sampai membuat hal-hal yang tidak berkenan untuk merusak nama baik Fakultas, Program Studi dan nama baik Uncen. Mereka harus menjaga  nama baik, sehingga mereka bisa memberikan kepercayaan kepada UNCEN,” tekan Marlina.

Ditempat yang sama, Ketua Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP UNCEN, Dr. Yan Hendrik Bonsapia, S.Sos, MPA menegaskan,  mahasiswa/I yang akan turun melaksanakan PKL tidak hanya ingin memiliki pengetahuan akan tetapi juga memiliki kompetensi.

“KKL kali ini akan mencoba memberikan bukti bahwa mereka  sudah berkompetensi, mereka akan dinilai baik pendamping maupun aparat Kampung. Penilaian 60 persen berasal dari aparat kampung, sementara 40 persen dinilai oleh pendamping,” katanya.

Kendati demikian,  Yan mengakui bahwa mahasiswa/ dari Fisip baik kelas Ekstensi maupun Reguler mampu melaksanakan tugasnya selama mengikuti PKL.

“Artinya mereka tidak hanya memiliki ilmu di perkuliahan tapi juga memiliki ilmu di lapangan, sehingga ketika mereka keluar dari Kampung ini maka siap untuk dipakai. Itu salah satu bukti nanti mereka kerja lapangan dengan adanya Sertifikat kompetensi,” ujarnya.

Yan menegaskan, mahasiswa FISIP UNCEN, tidak kalah jauh darimahasiswa-mahasiswa yang ada di luar sana. “Sebagai bukti itu, kami  selalu melakukan inovasi-inovasi di bidang ilmu Pemerintahan untuk menjawab tantangan-tantangan pasar yang dunia kerja selama ini,” tukasnya.

Pada kesempatna itu, Yan menekankan kepada mahasiswa/I untuk tidak miras, dan narkoba serta melakukan kekecauan  selama melaksanakan PKL. “Bagi siapa yang ketahuan melakukan pelanggaran yang ada maka akan ada sanksi yang di berikan, terutama tidak lulus,” tukasnya.

Sementara itu,  ketua panitia pelepasan mahasiswa/I kelas Eksetensi dan Reguler, Zakarias Okesaray, menyebutkan,  pihaknya bersama Mahasiswa/I Program Studi Ilmu Pemerintahan Kelas Eksetensi Angkatan 2016 siap melaksanakan PKL di Kampung Yokiwa, distrik Sentani Timur kabupaten Jayapura.

“Rencana  PKL kami akan mulai tanggal 12 Agustus 2019 besok. Secara keseluruhan kami dari mahasiswa/I Ekstensi sebanyak 44 orang yang terdiri dari perempuan 19 orang dan laki-laki 25 orang,” ujarnya.

Zakarias menuturkan, program yang akan di lakukan pada PKL nanti akan fokus pada monografi Kampung. “Kami akan mendata dan melakukan kegiatan fisik dnegan melakukan pembangunan Tugu, papan nama jalan, penomorna rumah dan lainnya,” katanya.

Selain itu, pihaknya akan membantu pemerintah kampung mengenai tata kelola administrasi kampung, melakukan sosialisasi apa yang sudah kami dapat di kampung.

“Selama kami berada di lokasi PKL kami tetap mengikuti aturan yang ada, seperti tidak miras, dan kekecauan. Artinya, bagi kami yang melakukan pelanggaran ada sanksi dari pihak Kampus,” tukasnya. [ayu/loy]