
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Sebanyak 6 unit asrama polisi milik Polsek Pirime, Polres Lani Jaya, Provinsi Papua Pegunungan, terbakar pada Kamis (16/7/2026) sore.
Peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun seluruh bangunan asrama yang terbuat dari kayu ludes terbakar.
Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, di Media Center Polda Papua, Jumat (17/7/2026).
Dikatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 16.00 WIT. Api pertama kali muncul dari rumah paling ujung yang saat itu dalam kondisi kosong.
“Hari Kamis, 16 Juli 2026 sekitar pukul 16.00 WIT telah terjadi kebakaran 6 unit asrama polisi milik Polsek Pirime Polres Lani Jaya yang ada di Provinsi Papua Pegunungan,” ujar Kabid Humas.
“Seperti diketahui laporan dari Polres Lani Jaya bahwa sekitar pukul 16.00 diketahui api muncul dari rumah paling ujung yang saat ini kosong atau tidak berpenghuni. Memang itu bangunan lama dari kayu yang dibangun tahun 2014,” jelasnya.
Menurut Kabid Humas, penyebab kebakaran secara pasti masih dalam penyelidikan. Kobaran api cepat merambat karena bangunan seluruhnya terbuat dari kayu dan ditambah tiupan angin kencang.
“Pada saat itu karena ada di paling ujung rumah nomor 6 terbakar, angin kencang sehingga fasilitas pemadam kebakaran juga terbatas di Lani Jaya. Sehingga menghanguskan satu deret itu, semua unit bangunan rumah yang dibangun tahun 2014 tersebut,” kata Kabid Humas Cahyo.
Akibat kejadian ini, 6 unit rumah asrama hangus terbakar.
“Kebakaran tidak menimbulkan korban jiwa hanya menghanguskan 6 unit rumah,” tambahnya.
Personel yang menempati asrama tersebut saat ini telah dievakuasi dan mengungsi sementara di Mapolres Lani Jaya.
“Sementara personil yang menempati mengungsi di Polres Lani Jaya. Dan situasi di Kabupaten Lani Jaya sementara masih aman terkendali,” ungkap Kabid Humas.
Ia menyebut Kapolres Lani Jaya bersama jajaran telah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah dan tokoh masyarakat setempat untuk melakukan mitigasi pasca kebakaran.
Untuk kerugian material, pihak kepolisian masih melakukan pendataan. “Sementara masih didata karena masih hitung kerugian-kerugian terutama fasilitas yang dimiliki anggota,” jelasnya.
Penyelidikan penyebab kebakaran juga masih dilakukan.
“Upaya penyelidikan penyebab kebakaran sementara sedang dilaksanakan karena kemarin juga belum bisa dilaksanakan olah TKP. Masih dikoordinasikan nanti dengan Bidlabfor untuk hadir di Kabupaten Lani Jaya,” pungkasnya.[Yat]










