Ancam Boikot Pemilu 2024, Ini Penegasan BMP RI

325

JAYAPURA, PapuaSatu.com -Kehidupan adat bukanlah sesuatu yang membatasi proses kemajuan bagi para penganutnya. Justru sebagai masyarakat Papua yang dekat dengan kehidupan adat, kita juga perlu memberikan apresiasi terhadap setiap hal yang membawa kebaikan. Sebab perubahan dan kemudahan yang dipetik dari terciptanya arus kemajuan akan selalu terjadi.

Pemilu 2024 ini untuk orang Papua, baik tua, muda, dan perempuan semua sudah melibatkan diri untuk maju sebagai caleg DPR baik kabupaten, kota, provinsi maupun pusat. Tentunya ini dilakukan demi masa depan Papua yang lebih baik di masa depan.

Oleh karena itu, kalau ada kelompok atau pihak yang menolak terselenggaranya pemilu (boikot pemilu), sebenarnya merekalah yang membodohi masyarakat Papua bahkan merugikan diri sendiri.

Mengingat situasi tersebut, Tokoh Adat Papua Max Ohe, bersama kelompok pemuda yang tergabung dalam Barisa Merah Putih menyuarakan bahwa jika masih ada orang orang yang memboikot pemilu 2024 sama halnya orang “bodoh”.

“Itu namanya orang bodoh, kalau tidak menggunakan haknya untuk ikut pemilu, karena dengan menentukan pilihan maka ikut serta memajukan masyarakat Papua,” ungkap Max Ohe kepada media ini, Sabtu (10/02/2024).

Pada kesempatan demokrasi terbuka ini, Max Ohe mengajak semua pihak untuk manfaatkan momentum Pemilu tahun 2024 dengan sebaik-baiknya. “kita harus menumbuhkan semangat untuk menjemput kesejahteraan,” ajaknya.

Jika dianalogikan, sambung Max, kita harus mampu membangun sebuah jembatan agar anak/cucu kita tidak lagi bersusah payah berenang menyeberangi lautan.

Hal ini disampaikan ketika tokoh adat Max Ohe meminta kepada seluruh masyarakat Papua untuk tidak terprovokasi kelompok-kelompok yang tidak bertanggungjawab. “Pesan maka saya menegaskan bahwa provokasi menolak pemilu merupakan aksi sepihak yang dilakukan demi kepentingan pribadi, padahal yang saat ini dibutuhkan adalah upaya nyata untuk kepentingan bersama,” tegas Max.

“Jika kita mau membandingkan, kita akan melihat fakta bahwa pihak yang menolak dilaksanakannya Pemilu adalah kelompok yang tidak pernah memiliki kontribusi, mereka adalah penghambat bagi kemajuan Papua,” sambungnya.

Ia memaparkan, ketika kemajuan terjadi di negeri yang kita cintai ini maka kelompok-kelompok tersebut juga akan ikut menikmatinya.

“Jadi saya selaku tokoh adat bersama pemuda meminta kepada kelompok atau pihak yang mengancam memboikot pemilu ini agar stop atau hentikan provokasi yang merugikan orang lain dan masa depan generasi Papua yang akan datang,” pungkasnya. [loy]