Bawa Ganja 1 Kg Dari Waris, Tiga Warga Diamankan Tim Gabungan

Kepala Kantor Bea Cukai Jayapura, Albert Simorangkir bersama Danrem 172/PWY, Brigjen TNI Izak Pangemanan, Danlantamal X, Laksma TNI Yeheskiel Katiandagho, Dansatgas YMR/413 BMR, Mayor Inf. Anggun W, Kabid Brantas BNN Papua, HM. Safei A.B, dan Kasat Narkoba Polres Keerom, AKP Sumadiono saat memberi keterangan pers di Kantor Bea Cukai Jayapura, Selasa (19/10/20)
Kepala Kantor Bea Cukai Jayapura, Albert Simorangkir bersama Danrem 172/PWY, Brigjen TNI Izak Pangemanan, Danlantamal X, Laksma TNI Yeheskiel Katiandagho, Dansatgas YMR/413 BMR, Mayor Inf. Anggun W, Kabid Brantas BNN Papua, HM. Safei A.B, dan Kasat Narkoba Polres Keerom, AKP Sumadiono saat memberi keterangan pers di Kantor Bea Cukai Jayapura, Selasa (19/10/20)

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Tim Gabungan Penindakan, yang terdiri dari Tim P2 Bea Cukai Jayapura dan Tim Satgas Pamtas Yonif Mekanis Raider 413/BRM, berhasil mengamankan upaya penyelundupan Narkotika jenis ganja ke Kota Jayapura, Senin (19/10/20) sekitar pukul 00.45 WIT.

Ganja kering siap pakai yang dikemas dalam 14 kantong plastik bening dengan berat total 1 kg, diamankan dari tiga orang tersangka, masing-masing berinisial MM (30), OM (20) dan NM (20), yang semuanya adalah warga Kampung Banda, Distrik Waris Kabupaten Keerom.

Ketiganya diamankan saat menumpang sebuah mobil yang dikemudikan TH (43), warga Koya Barat, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, yang oleh penyidik dijadikan sebagai saksi.

Dari para tersangka, aparat menyita sejumlah barang bukti, antara lain 14 Paket Ganja Kering dengan total berat 1 Kg., 1 Unit Mobil Grand Max Nopol. DS 7207 AF, 1 Buah SIM A a.n Tunggak Hariyanto, 2 Buah HP Android merk Oppo, 1 Buah HP merk Samsung, 1 Buah HP Polyponic merk Nokia, 1 STNK Mobil Grand Max Nopol. DS 7207 AF.

Kepala Kantor Bea Cukai Jayapura, Albert Simorangkir mengungkapkan bahwa keberhasilan upaya mencegah peredaran Narkotika tersebut sebagai hasil sinergitas.

“Ini merupakan usaha bersama sinergi untuk negeri,” ungkapnya saat merilis kasus tersebut di Aula Kantor Bea Cukai Jayapura, Selasa (19/10/20).

Hal senada diungkapkan Danrem 172/PWY, Brigjen TNI Izak Pangemanan, bahwa personil TNI yang berjaga di sepanjang perbatasan RI-PNG terus konsisten dalam mengamankan sepanjang perbatasan dari berbagai ancaman terhadap keamanan Negara, tak terkeculai dari masuknya Narkotika.

Namun, karena wilayah perbatasan yang panjang dan berbukit-bukit, pastinya ada saja celah yang bisa dimanfaatkan oknum yang ingin memasukkan barang terlarang.

“Sehinga saya minta semua pihak dan para wartawan sekiranya mengetahui ada jalan-jalan tikus yang biasa dilalui untuk menginformasikan, agar kita tindaklanjuti,” harapnya.

Upaya memasukkan ganja dari PNG, diprediksi kan terus terjadi dan makin marak.

Hal itu, karena tidak ada larangan menanam pohon ganja di PNG, sehingga wilayah Indonesia menjadi pasar potensial untuk barang haram tersebut.

“Untuk pos-pos perbatasan, saat ini kita aktifkan terus 1×24 jam untuk melakukan sweeping,” tegas Danrem.

Di kesempatan sama, Danlamal X, Laksma TNI Yeheskiel Katiandago mengungkapkan bahwa, keberhasilan dalam menggagalkan peredaran Narkotika tersebut merupakan yang ketiga kalinya terjadi, dalam operasi gabungan, baik di darat, laut maupun udara.

Dansatgas YMR/413 BMR, Mayor Inf. Anggun W yang juga hadir menyatakan komitmennya untuk tetus melakukan upaya pencegahan masuknya barang-barang illegal, termasuk Narkoba dari PNG ke Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Kasatres Narkoba Polres Keerom, AKP Sumadiono, mengungkapkan, bahwa setelah penyerahan tersangka dan barang bukti Hari Senin (18/10/20), pihaknya baru sempat menginterogasi para tersangka dan baru akan melakukan tes urine.

“Dari hasil interogasi, bahwa tersangka mengaku mengambil ganja dari seseorang bernama Rafael Suwo, yang tinggal di Kampung Kalimo, Distrik Waris,” ungkap AKP Sumadiono.

Tersangka juga mengaku, bahwa ganja yang dibawanya adalah pesanan orang bernama Jefri, yang menjanjikan imbalan Rp. 12 juta.

Kabid Brantas BNN Papua, H.M. Safei AB mengakui, bahwa peredaran narkoba jenis ganja di Papua saat ini makin sering terjadi, dan bahkan sudah terdeteksi ada yang mengumpulkan, yang kemudian mendistribusikan ke seluruh wilayah Papua dan Papua Barat, dan bahkan hingga Ternate, Kabupaten Maluku Utara.

Untuk diketahui, kronologis penangkapan ketiga tersangka, berawal dari informasi jaringan di masyarakat terkait adanya warga yang dicurigai membawa narkotika jenis ganja dari Waris.

Setelah diadakan briefing untuk menindaklanjuti informasi masyarakat tersebut, Tim Gabungan Penindakan melaksanakan kegiatan pemeriksaan secara mendalam terhadap orang dan kendaraan yang melintasi Pos Kout. KM 31 Satgas Yonif Mekanis Raider 413/BRM JI. Poros Keerom – Abepura, Distrik Arso, Kabupaten Keerom.

Pada Senin sekitar pukul 00.45 WIT Tim Gabungan Penindakan melihat mobil Daihatsu Grand Max wama hitam Nopol. DS 7207 AF yang mencurigakan, melintas dari arah Waris menuju Abepura.

Selanjutnya dilaksanakan pemeriksaan Iebih mendalam dan tim melakukan pemeriksaan ke setiap sudut kendaraan yang didalamnya terdapat 4 (empat) orang penumpang berkewarganegaraan Indonesia.

Pada saat dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kendaraan, akhirnya didapati 14 (empat belas) kemasan plastik yang berisi ganja kering yang disembunyikan di bagian belakang Iantai mobil yang ditutupi dengan tripleks.

Ganja tersebut diketahui milik ketiga tersangka yang menumpang di mobil yang dikemudian TH, saat hendak kembali ke Kota Jayapura usai melakukan droping barang di Waris.

Selanjutnya para tersangka beserta barang bukti kemudian diamankan di Pos Kout KM 31 guna dimintai keterangan dan pemeriksaan lebih lanjut terkait temuan ganja kering tersebut.[yat]