Beberapa Pipa Pendistribusian Air Di Perumnas 3 Waena Alami Penyumbatan Akibat Material

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Selama kurang lebih seminggu, beberapa area perumahan di Perumnas 3 Waena tidak menerima pendistribusian air.

Kepala PDAM Jayapura, Entis Sutisna saat ditemui wartawan diruang kerjanya mengaku, setelah mendapatkan laporan pihaknya langsung meninjau diarea tersebut apa penyebabnya. “Kami langsung kesana (Perumnas 3 Waena) begitu mendapatkan laporan, setelah kami cek ternyata ada penyumbatan di pipa pendistribusian,” katanya, Rabu (3/3) siang.

Ia ungkapkan, ada beberapa wilayah yang meski curah hujan meningkat dan mengakibatkan penambahan debit air, akan tetapi wilayah tersebut tidak menerima pendistribusian air dengan baik karena salah satu alasannya adalah penyumbatan.

“Efek dari hujan adalah debit air meningkat, jadi untuk debit air ada akan tetapi yang dialami oleh warga di gang Tenggiri, gang Deho dan gang Bobara ini adalah penyumbatan yang disebabkan karena material-material seperti kerikil sehingga air tidak bisa didistribusikan dengan lancar,” ungkap Entis.

Dijelaskan, memang baru beberapa titik yang sudah terdeteksi, akan tetapi di titik-titik lainnya belum terdeteksi dengan baik. “Sekarang sedang dilakukan uji coba. Kedalaman pipa sendiri hampir 200 meter, jadi mohon kesabaran dari warga Perumnas 3 Waena larena kami butuh waktu lumayan lama mulai dari menggali, petugas harus cek kembali, tetapi kami PDAM akan bertanggung jawab dalam perbaikan. Saya sudah meminta rekan-rekan dilapangan dari minggu lalu untuk melakukannya,” jelasnya.

Entis beberkan, kedepannya pihaknya akan memasang stainers atau penyaring dimulut pipa di intake air kampwolker agar tidak terjadi lagi kejadian serupa. “Itu upaya yang akan kami lakukan kedepannya. Akan kami gunakan dari biaya-biaya pemeliharaan yang selama ini tercantum pada rekening air untuk hal-hal tersebut,” bebernya.

Tak hanya itu untuk pergantian meteran pelanggan yang rusak pun akan digunakan dari biaya pemeliharaan. “Jadi kalau ada meter pelanggan yang rusak akibat meter tersebut sudah tua atau lama, tidak dipungut biaya kecuali kerusakan tersebut ada unsur kesengajaan,” tukasnya.[ayu]