Beranda HEADLINE Berdiri Sejak Tahun 1962, BMP Papua Gelar Syukuran Dies Natalis ke-17

Berdiri Sejak Tahun 1962, BMP Papua Gelar Syukuran Dies Natalis ke-17

JAYAPURA, PapuaSatu.com — Barisan Merah Putih (BMP) Republik Indonesia menggelar syukuran Dies Natalis ke-17 di Sekretariat BMP Pusat, Waena, Kota Jayapura, Jumat (16/10/2026).

Acara penuh kehangatan ini dihadiri Drs Musa Isir,MM, Kepala Kesbangpol mewakili Gubernur Papua, unsur Forkopimda, TNI, Polri, sejumlah paguyuban dan para pengurus serta masyarakat sekitar.

Abner Ohee, Ketua BMP Papua, saat ditemui wartawan di sela kegiatan, menuturkan perjalanan panjang organisasi ini tidak terlepas dari sejarah perjuangan masyarakat asli Papua.

Dalam momen tersebut, BMP Papua juga menyerahkan santunan kepada para tokoh dan sesepuh BMP Papua, dan membagikan bingkisan paket Sembako kepada warga Kota dan Kabupaten Jayapura.

Ketua BMP Papua, Abner Ohee juga mendapat kehormatan dari Forum Silaturahmi Paguyuban Orang Jawa di Tanah Papua dengan menyerahkan dan memakaikan blankon (topi khas Jawa).

“Saat ini kita 16 Oktober kita lakukan kegiatan dies natalis Barisan Pemuda Republik Indonesia yang ke-17 tahun,” ujar Abner.

Dikatakan, dies natalis 17 tahun sendiri memiliki latar belakang sejarah Barisan Merah Putih yang sejatinya telah berdiri sejak Tahun 1963 sampai saat ini.

Ia menjelaskan, penetapan tanggal 16 Oktober 2009 sebagai hari lahir berkaitan dengan gugatan organisasi ke Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MK RI) demi memperjuangkan ruang bagi orang asli Papua di lembaga legislatif.

Saat itu, MK mewajibkan setiap organisasi memiliki akta pendirian, sehingga akta BMP resmi diterbitkan pada tanggal 16 Oktober 2009.

Lebih jauh, Abner menyebut BMP sudah tumbuh sejak masa transisi tahun 1963, berlanjut hingga Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera), dan terus menjadi mitra pemerintah hingga kini.

Selama 17 tahun resmi berbadan hukum, BMP kini telah hadir di enam provinsi serta berbagai kabupaten dan kota.

“Ke depan di dalam Barisan Pemuda kita banyak merekrut generasi muda untuk menata karier atau untuk sama-sama menjaga Papua sebagai bagian daripada Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mempertahankan ideologi Pancasila,” tegasnya.

Abner menegaskan posisi BMP yang tetap konsisten: Papua adalah bagian sah dari NKRI dengan semboyan “NKRI Harga Mati”. Moto organisasi pun dipegang teguh: “Bersatu Untuk Keutuhan NKRI”. BMP siap bermitra dengan seluruh pihak — pemerintah pusat maupun daerah, masyarakat adat, OKP, paguyuban, dan seluruh komponen masyarakat.

Terkait perhatian pada Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Abner mengatakan BMP telah membina sejumlah pelaku usaha dan siap berkolaborasi dengan pemerintah agar produk-produk binaan mendapat dukungan lebih luas.

Selain itu, ia menyampaikan program berbagi kasih berupa paket sembako terus berjalan. Sepanjang tahun ini, lebih dari 5.000 paket sembako telah disalurkan secara berkala di berbagai titik, mencakup enam provinsi lingkup kerja BMP.

“Kita jaga Papua, kita bangun Papua bersama sebagai rumah kita bersama. Tuhan berkati kita semua,” pungkas Abner.[redaksi]