Beri Gelar Wartawan Pahlawan Literasi dan Edukasi, OJK Gelar Media Gathering 2019

0
149
Kepala OJK Papua dan Papua Barat, Asolf F.T. Simanjuntak bersama Kepala Bagian Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan, Steven Parinussa dan staf saat membuka media gathering 2019 di Hotel Suni Garden Lake Sentani, Jumat (15/11/19)
Kepala OJK Papua dan Papua Barat, Asolf F.T. Simanjuntak bersama Kepala Bagian Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan, Steven Parinussa dan staf saat membuka media gathering 2019 di Hotel Suni Garden Lake Sentani, Jumat (15/11/19)

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Melihat pentingnya media massa dalam memberikan pemahaman (literasi) dan pengetahuan (edukasi) kepada masyarakat tentang industri jasa keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua dan Papua Barat menggelar media gathering 2019.

Media gathering yang dilaksanakan di Hotel Suni Garden Lake Sentani, Kabupaten Jayapura, diikuti puluhan wartawan ekonomi, baik cetak maupun elektronik dari Kota dan Kabupaten Jayapura, berlangsung dua hari (15-16 Nopember 2019).

“Ini wujud terima kasih kepada rekan-rekan semua, yang dapat saya katakan sebagai pahlawan literasi dan edukasi,” ungkap Kepala OJK Papua dan Papua Barat, Adolf F.T. Simanjuntak saat membuka gathering, Jumat (15/11/19).

Hal itu, lanjutnya, karena melalui awak media, dapat membantu menginformasikan aktifitas keuangan melalui industri jasa keuangan (bank umum, bank perkreditan, asuransi, lembaga pembiayaan, perdagangan saham dan lain-lain) di Provinsi Papua, permasalahan-permasalahan yang ada, termasuk juga mengenai hasil literasi.

Dimana Provinsi Papua tergolong salah satu yang rendah tingkat literasinya.

“Jadi kami harapkan juga tidak jemu-jemu terus menginformasikan dan mengedukasikan terkait dengan jasa-jasa keuangan, terlebih mengenai permasalahan-permasalahan yang mungkin telah membaik,” harapnya.

Dikatakan, bahwa kehadiran OJK di Provinsi Papua dan Papua Barat, selain mengatur industri jasa keuangan, juga mengawasi dan melindungi nasabah.

“Melindungi konsumen termasuk kita semua,” ujarnya.

Kepala OJK Papua dan Papua Barat juga berharap awak.media bisa lebih intens dalam memberitakan industri keuangan yang nakal.

“Di tahun depan kita ingin rekan-rekan lebih banyak menginformasikan mengenai hal-hal yang tidak sesuai dengan ketentuan OJK,” harapnya.

Hal itu, khususnya seperti praktek investasi-investasi bodong yang semakin marak pada saat ini, juga mengenai kegiatan-kegiatan, produk-produk jasa keuangan yang tidak sesuai dengan peraturan mengenai industri jasa keuangan yang resmi.

Ditegaskan, industri jasa keuangan yang sah adalah yang terdaftar dan berijin, serta disetujui oleh Otorotas Jasa Keuangan (OJK).

“Jangan sampai nanti masyarakat merasa tertipu. Kan kasihan ya,” tandasnya lagi.[yat]