Beri Pengarahan, Kapolda Papua dan Pangdam XVII/Cenderawasih Gelar Kunjungan Kerja di Kabupaten Jayawijaya

415
Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw dan Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab saat memberikan tali asih dan Alat Pelindung Diri (APD) kepada Bupati dan tokoh masyarakat Kabupaten Jayawijaya, Sabtu (2/5/20)
Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw dan Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab saat memberikan tali asih dan Alat Pelindung Diri (APD) kepada Bupati dan tokoh masyarakat Kabupaten Jayawijaya, Sabtu (2/5/20)

JAYAPURA, PapuaSatu.com –  Dalam rangka melaksanakan kunjungan kerja dan pengarahan kepada anggota TNI-Polri di Wilayah, Sabtu (2/5/2020), Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw dan Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab beserta rombongan ke Kabupaten Jayawijaya.

Setiba di Bandara Udara Wamena, Kapolda Papua dan Pangdam XVII/Cenderawasih juga melakukan pengecekan dan pemeriksaan suhu badan di ruang kedatangan oleh Tim Gugus Covid 19 Wamena.

Selanjutnya, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab memberikan arahan kepada personil TNI-Polri.

Terkait wabah Virus Corona yang dihadapi bersama saat ini, Pangdam Cenderawasih menekankan kepada personil TNI dan Polri di Jayawijaya untuk dapat mencegah, dengan membatasi aktifitas kerumunan.

Dimana sesuai arahan pemerintah adalah dalam bentuk sosial distancing/physical distancing, sering mencuci tangan pada saat melaksanakan aktifitas di lapangan, dan kurangi aktifitas kumpul-kumpul.

Suhu lingkungan di Kabupaten Jayawijaya saat ini merupakan media yang sangat bagus atau sangat sesuai untuk karakter Virus Corona.

“Oleh sebab itu kita bersama – sama selalu lebih diperketat lagi untuk dapat mencegah penyebaran Virus Corona di Kabupaten Jayawijaya ini,” tandas Pangdam.

Pangdam juga menyampaikan terimakasihnya kepada pemerintah daerah dan seluruh jajaran prajurit TNI dan Polri, yang dapat menerima kunjungan Pangdam dan Kapolda dengan baik.

“Tetap menjaga sinergitas TNI-Polri dalam berkomunikasi, aktifitas bersama dan saling menjaga dalam setiap pelaksanaan di lapangan agar semuanya berjalan dengan aman dan lancer,” imbau Pangdam.

Di kesempatan sama, Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw mengungkapkan, kunjungan kali ini dilakukan setelah sehari sebelumnya melaksanakan rapat terbatas bersama pimpinan tertinggi di Jakarta.

“Dengan ini Menkopulhukam RI memutuskan bahwa Kapolda dan Pangdam ditunjuk sebagai penanggung jawab keamanan sekaligus dalam rangka Operasi Penegakan hukum di Tanah Papua,” ungkapnya.

“Kami juga sebagai pimpinan dan satuan dimana ingin melihat para Prajurit TNI/Polri di Kabupaten Jayawijaya,” sambung Kapolda.

Terkait dengan permasalahan yang terjadi antara personil TNI dan Polri di Mamberamo Raya, Kapolda menekankan kepada para pimpinan di satuan masing-masing dan operasional di lapangan agar betul-betul mengecek dan memonitor setiap anggotanya.

“Apabila terjadi persoalan pribadi seseorang yang mana tidak terpecahkan, dapat menganggu bagi Personil di Lapangan,” ujar Kapolda.

Terkait Wabah Virus Corona yang saat ini kita sedang dihadapi, terutama yang berada Tanah Papua saat ini untuk Wilayah Kabupaten Mimika cukup signifikan perkembangannya, diikuti Kabupaten Merauke, Kabupaten Keerom, dan Kabupaten Nabire.

“Setiap POS Pengamanan aparat TNI-Polri yang ada di sekitaran Kabupaten Yalimo untuk selalu mengecek terhadap masyarakat yang sedang melewati pos tersebut dengan berjalan kaki agar dapat memutus masuknya penyebaran Covid – 19,” ujar Kapolda.

Anggota juga harus selalu memperhatikan pendistribusian sembako yang disalurkan kepada masyarakat, agar dapat tersalurkan dengan baik.

Yakni harus dapat mengetahui jumlah pendistribusian dan sasaran serta barangnya harus dicek kembali untuk kelayakan barang yang disalurkan kepada masyarakat.

Japolda mengingatkan agar jangan terjadi penyalahgunaan pengelolaan sumber bantuan bencana alam, karena dapat diancam dengan Undang – Undang 24 tahun 2017 dengan penjara seumur hidup.

“Tentang pemberitaan berita Hoax yang mana sangat meresahkan di kalangan masyarakat agar dapat ditindak lanjuti terkait informasi yang beredar,” ujar Kapolda.

Anggota diminta selalu meningkatkan kegiatan preemtif, di mana saat ini dalam situasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sehingga personil di lapangan untuk selalu mensosialisasikan atau memberi imbauan dengan baik kepada masyarakat.

Kapolda Papua dan pangdam XVII/Cenderawasih juga memberikan tali asih dan Alat Pelindung Diri (APD) kepada Bupati Jayawijaya beserta tokoh masyarakat Kabupaten Jayawijaya.

Pada arahannya, Pangdam Cenderawasih maupun Kapolda Papua juga sempat menginformasikan juga tentang kejadian di Mamberamo Raya yang sebenarnya antara personil TNI-Polri di lapangan.

Yaitu dikarenakan permasalahan pembayaran uang tukang ojek yang belum tuntas pembayarannya.

Karena itu, diinstruksikan kepada pimpinan satuan di lapangan untuk selalu mengecek anggotanya, agar permasalahan antar personil dapat diselesaikan dengan baik.[yat]