
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Melalui pertunjukan film yang dirangkaikan kegiatan lainnya, Indonesia Art Movement (IAM) akan turut mengkampanyekan anti-korupsi sejak dini, dan terutama kepada siswa-siswi tingkat SMA/SMK.
Untuk itu Indonesia Art Movement (IAM) telah menjalin kerja sama dengan Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST), yang merupakan ajang kreasi, eksibisi, dan forum diskusi yang digagas dan dikelola oleh Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK.
Hal ini sebagaimana disampaikan Ketua Indonesia Art Movement (IAM), Muhamad Ilham M. Murda dalam acara pra-event Sinema Aksi berjudul “Layar Tumbuh Papua” yang diselenggarakan oleh IAM di Kota Jayapura, Papua.
Sinema Aksi tersebut diagendakan digelar di SMA Negeri 4 hari Rabu (9/10/24) mulai pukul 12.00 WIT sampai selesai.
“Ia, memang acara ini akan diorganisir oleh Indonesia Art Movement dan ACFFEST KPK,” ungkap Muhamad Ilham M. Murda kepada PapuaSatu.com di kediamannya, Rabu (08/10/24).
Dikatakan, acara tersebut untuk meningkatkan kesadaran siswa mengenai bahaya korupsi dan pentingnya nilai integritas melalui media kreatif.
“Dan kegiatan tersebut kami telah mengusung tema “Papua Tra Boleh Korupsi”, maka kami pastikan bahwa acara ini akan dihadiri oleh sekitar 200 siswa, dimulai dari SMA Negeri 4 Jayapura Papua”, lanjutnya.
Muhamad Ilham M. Murda, juga mengatakan bahwa IAM yang selama ini eksis membangun isu sosial dan budaya Tanah Papua melalui seni digital.
“Korupsi adalah ancaman nyata bagi kemajuan Papua. Generasi muda perlu memahami pentingnya integritas dan kejujuran,” jelasnya.
Salah satu contohnya adalah melalui seni film dan diskusi interaktif.
“Maka diharapkan siswa terinspirasi untuk aktif dalam gerakan anti – korupsi,” ujar pria asal suku Enrekan yang lahir dan besar di Papua.
Menurutnya, rangkaian kegiatan dalam acara ini meliputi pemutaran tiga film pendek bertema anti-korupsi, diskusi via Zoom dengan sutradara film – film tersebut, serta aktivitas interaktif yang dirancang untuk mendidik dan menyenangkan.
Maka pihaknya juga berharap bahwa melalui pendekatan ini siswa dapat lebih memahami dampak korupsi dan berperan aktif dalam menyebarkan pesan anti-korups sejak usia dini yaitu pendidikan jenjang SMA.
“Kami IAM juga turut mengambil menjadi peranan penting dari persiapan menuju Sinema Aksi, dimana puncaknya yang akan digelar pada 26 Oktober 2024, di mana akan diadakan lomba dance, rap battle, dan diskusi dengan tokoh-tokoh penting,” harapnya.
Dalam kegiatan tersebut, tidak saja siswa-siswi SMA/SMK, tapi juga bisa dihadiri dan disaksikam oleh masyarakat umum.
“Kami targetkan bahwa semua masyarakat juga pasti diundang untuk berpartisipasi dalam gerakan membangun Papua yang bebas dari korupsi,” tutupnya.
Dengan demikian isu maraknya KPK-RI yang selama ini menjadi fokus utama di wilayah Indonesia timur, dapat disadari sejak tingkat SMA dan berdapampak pada masyarakat Papua, khususnya penduduk ibu kota Provinsi Papua di tanah Papua, baik Papua, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Barat Daya.[miki]










