Besok Demo ULMWP, Tokoh Adat dan Pemuda Papua Angkat Suara

56

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Sejumlah Tokoh adat dan Pemuda Papua angkat suara terkait aksi demo oleh ULMWP yang rencananya digelarhari Selasa (17 Oktober  2023).

Aksi demo tersebut akan mengangkat isu-isu pelanggaram HAM di Papua, sekaligus memberikan dukungan pada kegiatan pertemuan Internasional Parliemen West Papua (IPWP) di Parlemen Ingrris pada tanggal 18 Oktober 2023 yang diikuti Benny Wenda.

Ketua DPP Barisan Merah Putih BMP Indonesia, Max Abner Ohee  meminta kepada seluruh komponen bangsa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda Papua  untuk menjaga kedamaian di tanah Papua dengan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang didorong oleh kelompok tertentu termasuk ULMWP.

“Kelompok ini selalu merugikan generasi muda Papua sehingga diharapkan  kepada generasi muda Papua untuk menjaga kedamaian di tanah Papua, dan diharapkan untuk terus menambah ilmu agar membangun Papua ke arah lebih baik,” ungkap Max Abner Ohhe didampingi Kepala Suku Besar Kabupaten Keerom, Herman Yoku, Tokoh Adat Kabupaten Jayapura, Yanto Eluay, dan Tokoh Pemuda Papua, Ali Kabiay di Waena, Senin (16/07/2023).

Max Ohee menjelaskan bahwa Papua sudah sah dan final bagian dari Indonesia yang dinyatakan dalam Resolusi PBB No 25/24, bahwa Irian Barat dulu sekarang Papua dan Papua Barat sudah sah menjadi bagian dari NKRI.

“Tidak bisa diganggu gugat dan Tidak mungkin kemudian resolusi itu diganti,” tegasnya.

Mengenai hasil putusan dari Dewan Ham PBB, Max Ohee menyebutkan bahwa Indonesia menempati urutan tertinggi, sehingga sudah nyata Indonesia sangat memperhatikan HAM di Papua.

“Upaya perjuangan papua merdeka oleh ULMWP sampai kapanpun hanya sia-sia tidak akan pernah berhasil,”  ujarnya

Oleh karena itu, menurut dia, Isu-isu Pelanggaran HAM di Papua merupakan propaganda yang dimainkan oleh kelompok ULMWP dan simpatisannya untuk membohongi Rakyat Papua pada umumnya.

Bahkan ULMWP dan Simpatisannya baik yang di luar negeri maupun di dalam negeri punya kepentingan sendiri bukan untuk rakyat Papua, sehingga Masyarakat Papua jangan mau diprovokasi untuk mengikuti aksi-aksi yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.

Max Ohhe berharap agar semua pihaknya bersama-sama mencerdaskan generasi muda papua melaui program-program kebijakan Pemerintah demi masa depan yang lebih baik, karena ULMWP tidak memiliki visi dan misi untuk membangun orang papua, melainkan menghancurkan masyarakat papua sendiri.

“Kami juga berharap kepada  seluruh masyarakat Papua untuk mari kita jaga selalu NKRI demi kelangsungan anak cucu kita,” harap dia.

Sementara itu, Tokoh Adat Kabupaten Jayapura mengatakan, persoalan Papua baik itu status politik, proses integrasi Papua sudah selesai tanpa harus diganggu gugat sehingga jika ada aksi-aksi yang mempermasalahkan proses intgrasi papua kedalam NKRI tidak lagi dilakukan.

“Saya harap kepada semua ormas-ormas yang masih menyuarakan atau yang melakukan pergerakan-pergerakan untuk mempersoalkan integrasi Papua ke dalam NKRI agar dihentikan. Saya  harap bagaimana ormas ini memikirkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di tanah Papua yang kita cintai saat ini,” ujarnya.[red]