BI Ajak Stakholder Terkait Diskusikan Ekonomi Papua Sambil Melayari Teluk Youtefa

0
294
Kepala KPw BI Papua, Naek Tigor Sinaga saat memaparkan hasis assesment perekonomian Papua kepada Asisten II Setda Papua dan pejabat lain yang ikut berlayar mengarungi teluk Youtefa, Rabu (12/02/20)

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Kalau selama ini pemaparan ekonomi Papua dilakukan di hotel-hotel ataupun kantor, situasi berbeda disuguhkan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Papua, Rabu (12/02/20) pagi.

Yakni membahas tentang hasil kajian ekonomi Papua, sambil berlayar mengarungi teluk Youtefa menggunakan kapal pesiar yang diberi nama Beautiful Jayapura, dengan acara yang dikemas dalam bentuk Joy Sailing Coffee Morning.

Dalam diskusi yang diikuti Asisten II Pemerintah Provinsi Papua, Muhammad Musaad; Kepala BPS Papua, Simon Sapari; dan sejumlah pimpinan perbankan, OJK, Kadisperindagkop Papua, Kadivre Bulog, dan lain-lain, Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Naek Tigor Sinaga memaparkan hasil assesmentnya terhadap ekonomi Papua secara makro.

Dikatakan, pertumbuhan ekonomi Papua yang terkontraksi cukup dalam, yakni mencapai -15,72 persen (yoy) yang dibandingkan dengan Tahun 2018 yang tumbuh tinggi 7,37 persen, dominan dipengaruhi oleh kinerja sektor pertambangan.

Demikian juga perekonomian Papua pada triwulan IV 2019 (q to q) yang mengalami kontraksi sebesar -3,73% (yoy).

Karena itu, dibutuhkan upaya yang serius dan konsiten oleh berbagai stakholder, agar bisa menumbuhkan sektor lain agar perekonomian Papua tidak tergantung pada tambang.

Dikatakan Tigor, bahwa secara makro ada tiga sektor yang memiliki potensi untuk dikembangkan, yaitu sektor pariwisata, Pertanian dan sektor perikanan.

Dari tiga sektor tersebut, Bank Indonesia menilai, bahwa sektor pariwisata memiliki potensi paling tinggi bila dilihat dari sisi besarnya kontribusi terhadap PDRB yang diproyeksikan dengan nilai investasi yang dimasukkan.

Dalam kesempatan tersebut, Asisten II Setda Provinsi Papua, Muhammad Musaad mengungkapkan bahwa saat ini sudah saatnya mengubah mindsett, dengan tidak lagi membanggakan soal tambang PT Freeport.

Kata Musaad, selain tiga sektor yang diungkapkan Kepala KPw BI Papua, ada sektor lain yang berpotensi dikembangkan, yaiti sektor olahraga.

Menurut Musaad, Papua adalah gudangnya atlet yang berbakat, yang berpotensi memiliki nilai jual tinggi.

Selain itu, dalam iven PON XX Tahun 2020, tidak terfokus pada olahraganya, tapi juga sebagai potensi wisata, baik wisata budaya maupun wisata kuliner dan ekonomi kreatif.

Berbagai pembahasan perekonomian lain, terus mengiringi perjalanan menggunakan Kapal Beautiful Jayapura, hingga menerobos bawah jembatan Youtefa dan terus masuk ke dalam teluk hingga mendekati pantai enggros, yang kemudian kapal berbalik arah menuju tempat sandar di Terminal Mesran, Kota Jayapura.

Kesempatan perjalanan tersebut tidak disia-siakan seluruh penumpang untuk berswafoto, untuk mengabadikan pemandangan Teluk Youtefa dengan Jembatannya yang seting disebut jembatan merah karena warnanya, yang telah menjadi ikon wisata Kota Jayapura.[yat]