BI : Sukses PON XX Beri Semangat Baru Pemulihan Ekokomi Papua

UMKM yang mendapat stand di sekitar venue PON Kampung Harapan, Sentani Timur, Kabupaten Jayapura yang turut merasakan peningkatan omsetnya selama PON XX berlangsung
UMKM yang mendapat stand di sekitar venue PON Kampung Harapan, Sentani Timur, Kabupaten Jayapura yang turut merasakan peningkatan omsetnya selama PON XX berlangsung

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Perekonomian Provinsi Papua mencatatkan pertumbuhan positif pada triwulan II walaupun melambat jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, akibat adanya penurunan kadar tembaga pada tambang bawah tanah PT Freeport Indonesia.

Penerapan PPKM yang diperketat sepanjang Juli hingga Agustus secara nasional dan tidak terkecuali Papua, memberikan tekanan terhadap pemulihan sektor non-tambang sepanjang triwulan III.

“Namun demikian, pelaksanaan PON XX yang telah berjalan dengan sukses, mampu menahan perlambatan ekonomi non-tambang lebih dalam lagi,” ungkap Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Papua, Naek Tigor Sinaga dalam kesempatan Bincang-Bincang Media di Jayapura, Jumat (22/10/21).

Selain itu, penanganan COVID-19 di Provinsi Papua juga tergolong semakin baik.

Hal tersebut, tercermin dari menurunnya kasus harian COVID-19, percepatan vaksinasi yang terus meningkat, serta sosialisasi kepada masyarakat yang berkelanjutan.

PON XX 2021 yang telah sukses dilaksanakan, kata Tigor, mampu menjadi awal pemulihan perekonomian Papua.

“Pelaksanaan PON XX diprakirakan membawa peningkatan PDRB sebesar Rp 950 M – 1,5 T atau 0,7 – 1,10 % (terhadap dasar ADHK 2020),” paparnya.

Dikatakan, sektor yang mengalami peningkatan terbesar adalah sektor konstruksi dengan peningkatan Rp 778 – 926 M atau 4,2% – 5,0%.

Dampak PON langsung dirasakan oleh pelaku usaha dan masyarakat umum.

Dampak langsung juga dirasakan oleh sektor Perdagangan Besar dan Eceran yang tercermin pada peningkatan Indeks Keyakinan Konsumen ke level 142, meningkat dibanding pada triwulan II 2021, yang mencatat level 124.

Selanjutnya, UMKM yang turut berpartisipasi dalam PON XX diprakirakan turut mengalami peningkatan omset hingga 60%.

“Sektor perdagangan diprakirakan mengalami peningkatan sebesar Rp52 – 105M. Sektor transportasi dan pergudangan diprakirakan mengalami peningkatan sebesar Rp 71 – 110 M atau 1,94% (yoy) pada tahun 2021 yang didorong oleh peningkatan kuantitas maupun harga tiket pesawat,” papar Tigor lebih lanjut.

Pelaksanaan PON XX, juga turut memberikan dampak terhadap peningkatan kebutuhan uang di masyarakat.

Yang tercatat di sepanjang triwulan III 2021, tingkat kebutuhan uang tunai mengalami peningkatan yang tercermin dari Outflow KPwBI Papua.

“Peningkatan outflow ini terjadi hingga Rp679 M atau tumbuh 34% (yoy) dibandingkan periode yang sama pada tahun 2020,” tuturnya.

Pemulihan perekonomian Papua, kata Tigor lebih lanjut, tidak terlepas dari perkembangan inflasi Papua.

“Inflasi tahunan Papua mencapai level terendahnya sepanjang 3 tahun terakhir pada bulan September 2021 yakni sebesar -0,40%(yoy),” ungkapnya.

Sedangkan deflasi tahunan yang terjadi, utamanya disebabkan kelompok makanan minuman dan tembakau yang dipengaruhi oleh peningkatan pasokan cabai rawit, ikan ekor kuning dan tomat.

Langkah strategis Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Papua dan sinergi bersama PB PON tampaknya mampu menahan inflasi sepanjang pelaksanaan PON XX.

Dan diperkirakan, hingga akhir Oktober 2021 provinsi Papua mengalami inflasi tahunan dengan rentang yang masih berada dalam target inflasi Nasional.

“PON XX 2021 sukses dilaksanakan oleh Provinsi Papua. Hal tersebut, memberikan dampak signifikan dan menjadi pendorong pemulihan ekonomi sektor nontambang di Papua,” pungkasanya.[yat]