BNN Papua Perintahkan Tembak Mati Residivis Pengedar Shabu Diatas 50 Gram

0
166
Kepala BNN Provinsi Papua, Brigjen Pol. Jacson Lapalonga didampingi para kepala bidang di BNN Papua saat member keterangan pers, Selasa (10/12/19)
Kepala BNN Provinsi Papua, Brigjen Pol. Jacson Lapalonga didampingi para kepala bidang di BNN Papua saat member keterangan pers, Selasa (10/12/19)

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Papua, Brigjen Pol. Jacson Lapalonga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan main-main terhadap pelaku pengedar narkotika.

“Saya sudah sampaikan kepada Bindang Pemberantasan, bagi pengedar (bukan penyalahguna), bagi pengedar, mulai saat ini, yang sudah dua kali ketangkap (residivis) dan masuk penjara dan barang buktinya diatas 50 gram saya perintahkan tembak mati,” tegasnya saat memberi keterangan pers di kantornya, Selasa (10/12/19).

Kalau tertangkap sebagai penyalahguna, kata Lapalonga, menjadi tugas Bidang Rehabilitas BNN Papua untuk mengantarkannya ke Panti Rehabilitasi.

“Tapi kalau sudah berkali-kali masuk penjara dengan barang bukti diatas 50 gram untuk di Papua, tugas saya mengantar dia menghadap Alloh SWT,” tegasnya lagi.

Lebih tegas lagi bila diketahui ada anggota BNN yang terlibat jaringan Narkoba, perintah Kapolri waktu masih dipegang  Jenderal Pol. Tito Karnavian, jelas dan tegas untuk ditembak di tempat.

Dalam kesempatan tersebut, BNN Papua mengungkapkan, bahwa selama Tahun 2019, telah menangani 18 kasus Narkotika dan Obat-Obatan Berbahaya (Narkoba) dengan total tersangka 18 orang.

Dari kasus tersebut, pihak BNN  berhasil mengamankan barang bukti Narkoba jenis daun ganja 19,33 kilogram,  dan jenis shabu seberat 738,7 gram.

Para tersangka, kata Laalonga, umumnya berasal dari kalangan pelajar yang masuk dalam kategori usia produktif, dan  90 persennyaa adalah anak asli Papua.

Ganja yang beredar di Papua, kata Lapalonga, selain dari negera tetangga, yaitu PNG, yang masuk melalui laut dan darat, juga ada tiga kabupaten yakni Keerom, Pegunungan Bintang dan Boven Digoel yang kedapatan terdapat ladang ganja.

Dan untuk memberantasnya, BNN Papua sangat berharap adanya kerjasama dari semua komponen masyarakat di Papua.

“Tanggung jawab dari sekolah, guru dan orangtua serta yang bersangkutan (pengguna) sangat kami harapkan,” harapnya.[yat]