BPS Ungkap Lapangan Pekerjaan Sektor Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Naik, Sedangkan Sektor Administrasi Turun

29
Sugiyanto, S.ST, M.Si, Koordinator Fungsi Statistik Sosial BPS Provinsi Papua, saat merilis BRS di Aula Sasana Gamma, Kantor BPS Provinsi Papua, Senin (7/11/22)
Sugiyanto, S.ST, M.Si, Koordinator Fungsi Statistik Sosial BPS Provinsi Papua, saat merilis BRS di Aula Sasana Gamma, Kantor BPS Provinsi Papua, Senin (7/11/22)

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Pandemi Covid-19 masih dirasakan dampaknya di Povinsi Papua, terutama terkait lapangan pekerjaan.

Hal itu sebagaimana terungkap dalam Berita Resmi Statistik (BRS) yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua, dari survai angkatan kerja nasional (Sakernas) Bulan Agustus 2022, yakni berdampak pada meningkatnya lapangan pekerjaan sektor pertanian, perkebunan dan kehutanan.

Yang mana, dari jumlah penduduk usia kerja (usia 15 tahun ke atas) yang tercatat sebanyak 2,56 juta orang, terdapat 1,93 juta orang penduduk yang bekerja dan 56,33 ribu orang pengangguran.

Apabila dibandingkan Bulan Agustus 2021, jumlah angkatan kerja tersebut meningkat sebanyak 38,32 ribu orang.

Dan seiring menurunnya angka kasus Covid-19, jumlah pengangguran mengalami penurunan sebanyak 8,67 ribu orang.

“Lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan terbesar adalah Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (97,04 ribu orang),” ungkap Sugiyanto, S.ST, M.Si, Koordinator Fungsi Statistik Sosial BPS Provinsi Papua, saat merilis BRS di Aula Sasana Gamma, Kantor BPS Provinsi Papua, Senin (7/11/22).

Sebaliknya, sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib merupakan sektor dengan penurunan persentase penduduk bekerja terbesar, yaitu sebesar 26,37 ribu orang.

Dikatakan, penduduk yang bekerja pada kegiatan formal tercatat 307,36 ribu orang (15,89 persen), turun 3,64 persen poin dibanding Agustus 2021.

Untuk penduduk usia kerja yang terdampak COVID-19 pada Agustus 2022 tercatat sebanyak 23,37 ribu orang, mengalami penurunan sebanyak 148,62 ribu orang atau sebesar 86,41 persen dibandingkan dengan Agustus 2021.

Apabila dilihat dari komponen dampak COVID-19 terhadap penduduk usia kerja, sebanyak 0,60 ribu orang merupakan pengangguran karena COVID-19.

1,59 ribu orang tercatat sebagai bukan angkatan kerja (BAK) karena COVID-19; 0,64 ribu orang sementara tidak bekerja karena COVID-19; dan 20,55 ribu orang penduduk bekerja mengalami pengurangan jam kerja karena COVID-19.[yat]