Bupati Jayapura : Alat Musik Okonkilka Asli Sentani Hanya Ada di Sentani

511
Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw memegang alat musik Okonkilka berfoto bersama tim dari Kantor Balai Pelestarian Budaya Papua
Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw memegang alat musik Okonkilka berfoto bersama tim dari Kantor Balai Pelestarian Budaya Papua

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Papua dengan berbagai adat istiadat dan budaya, memiliki aneka benda warisan budaya yang khas dan tidak ada duanya di dunia.

Salah satunya adalah Okonkilka, sebuah alat music warisan budaya adat masyarakat Sentani Tengah, tepatnya masyarakat Kampung Babrongko dan sekitarnya,  tengah diupayakan untuk mendapat pengakuan sebagai warisan budaya tak benda oleh  Balai Pelestarian Nilai Budaya Papua.

Terkait upaya tersebut, Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw menyatakan dukungannya dan mengakui bahwa alat music Okonkilka tidak ada duanya di dunia, dan sebagai alat music mengiringi alat music lainnya pada penampilan tarian-tarian adat Sentani.

“Alat musik Okuika ini biasa dipakai untuk tari-tarian adat Sentani, yang mengiringi alat musik tifa dan lainnya,” ungkapnya saat ditemui di Hotel Suni Garden Lake Sentani baru-baru ini.

Bupati dua periode tersebut pun mengimbau kepada masyarakat adat dan para pecinta musik dan budaya, untuk turut melestarikannya.

“Karena memang ini asli dan tidak ada di daerah lain, hanya di Kampung Babrongko dan  sekitarnya,” jelasnya.

Dan sebagai langkah pelestariannya, Bupati Mathius pun menyatakan bahwa bukan hanya alat music okonkilka saja, Pemerintah Kabupaten Jayapura yang dipimpinnya sudah tujuh tahun berupaya melestarikan berbagai hal terkait adat istiadat melalui program kebangkitan adat.

“Kita sudah tujuh tahun tetus membangun adat istiadat di Kabupaten Jayapura dengan thema kebangkitan adat. Kita tetus dorong kampung-kampung adat menjadi sentra untuk melestarikan dengan atribut-atribut yang ada dalam sistem kelembagaan adat,” terangnya.

Program kebangkitan adat tersebut, kata Bupati Mathius, terus dikembangkan dan menjadi sebagai salah satu kekuatan untuk membangun percepatan pembangunan di segala bidang di Kabupaten Jayapura khususnya dan Papua pada umumnya.

Di kesempatan berbeda, Peter M. Aspituley, S.Pd.M.Si sebagai koordinator program pelestarian warisan budaya Papua dari Kantor Balai Pelestarian Budaya Papua menyatakan bahwa, bila tidak didokumentasikan, dikhawatirkan warisan budaya asli Papua tersebut bisa hilang atau punah.

“Kami sedang berupaya mengusulkan  alat ini okokilka ini sebagai warisan budaya tak benda nasional,” jelasnya didampingi Dinar, S.Sos selaku anggota dan Miki Wuka selaku Kameramen dalam upaya pelestarian warisan budaya Papua tersebut.

“Karena banyak warisan budaya tak benda di Papua, kalau tidak usulkan atau diambil perekamannya, pasti akan punah atau hilang,” jelasnya.

Program pelestarian warisan budaya tersebut, kata Peter M. Aspituley, merupakan program dari Dirjen Kebudayaan, dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Kalau dia ditetapkan sebagai warisan budaya nasional, otomatis ada perhatian dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk pelestarian benda-benda budaya,” terangnya.

Tim yang dipinnya, juga sedang mengupayakan untuk mengambil perekaman atau dokumentasi berbagai warisan budaya, baik berupa benda maupun takbenda di seluruh Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.[yat]