Bupati Jayapura Dapat Apresiasi dan Penghargaan Dari Gubernur Papua

44
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Hukum Setda Provinsi Papua, Doren Wakerkwa saat menyerahkan SK Kodefikasi 14 Kampung Adat kepada Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, Jumat (19/8/2022).
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Hukum Setda Provinsi Papua, Doren Wakerkwa saat menyerahkan SK Kodefikasi 14 Kampung Adat kepada Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, Jumat (19/8/2022).

SENTANI, PapuaSatu.com – Atas dedikasinya dalam memperjuangkan masyarakat adat di bumi Kenambai Umbai, sebutan untuk Kabupaten Jayapura, Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw,SE,M.Si mendapat apresiasi dan penghargaan dari berbagai pihak.

Tak terkecuali Gubernur Papua Lukas Enembe yang memberikan penghargaan, yang diserahkan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Hukum Setda Provinsi Papua, Doren Wakerkwa, sesaat setelah prosesi arak-arakan penyambutan Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw,SE,M.Si yang baru datang dari Jakarta dengan oleh-oleh berupa pengakuan (kodefikasi) untuk 14 kampung adat di Kabupaten Jayapura oleh pemerintah.

Dikatakan Doren Wakerkwa, Bupati Jayapura merupakan kepala daerah pertama yang membuat sejarah baru dari Sabang hingga Merauke yaitu pembentukan pemerintahan kampung adat yang diakui oleh pemerintah.

“Setelah berlakunya Undang-undang Otonomi Khusus, Perdasus kampung adat sudah menjadi dasar kuat laksanakan pemerintahan adat, sangat luar biasa,” katanya usai menyerahkan kodefikasi 14 kampung adat kepada Bupati Jayapura di Lapangan Apel Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah Sentani, Jumat (19/8/22).

Kodefikasi 14 kampung adat, menurut Doren Wakerkwa,  merupakan kebijakan bagi hak masyarakat adat, kelembagaan, penguatan, pengakuan, dan perlindungan.

Doren menambahkan, Kabupaten Jayapura akan menjadi contoh bagi daerah lain untuk memberikan kesempatan bagi kampung adat guna mengurus rumah tangganya.

“Tentunya dengan sistem yang berlaku di Negara Republik Indonesia,” jelasnya.

Kodefikasi untuk 14 kampung adat tersebut karena masyarakatnya masih memegang teguh adat istiadat.

“Ciri yang berbeda dengan sistem pimpinan tradisional, dan keondoafian merupakan perwujudan lembaga adat hingga saat ini,” ujarnya.

Doren Wakerkwa pun menyampaikan ucapan selamat dan sukses selalu bagi Pemerintah Kabupaten Jayapura yang telah berupaya dengan maksimal, sehingga ada 14 kampung yang diberi nomor registrasi sebagai kampung adat, dan ini pertama di Papua dan Indonesia.

“Sebuah kebanggaan bagi kita semua sebagai masyarakat adat di Papua tetapi juga secara khusus di Kabupaten Jayapura,” sambungnya.

Ia berharap, dengan kodefikasi tersebut dapat memberikan semangat bagi kita semua untuk tetap menjaga dan melestarikan budaya, adat istiadat yang sudah ada sejak lama di daerah ini.[yat]