Bupati Keerom Serahkan 1.217 Paket Sembako, Masker dan Uang Tunai di Distrik Yafi dan Web

Caption - Bupati Keerom MUH Markum, SH.MH.MM didampingi Ketua DPRD Kabupaten Keerom Bambang Mujiono, SE saat menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat lanjut usia di Kantor Distrik Yafi, Kabupaten Keerom, Kamis (04/06/2020).
Caption - Bupati Keerom MUH Markum, SH.MH.MM didampingi Ketua DPRD Kabupaten Keerom Bambang Mujiono, SE saat menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat lanjut usia di Kantor Distrik Yafi, Kabupaten Keerom, Kamis (04/06/2020).

KEEROM, PapuaSatu.com –  Bupati Kabupaten Keerom MUH Markum, SH.MH.MM kembali menyerahkan bantuan kepada masyarakatnya yang terdampak pandemik Covid – 19, pada Kamis (05/06/2020).

Kali ini, Bupati Markum menyerahkan bantuan Bama di dua distrik yakni distrik Yafi dan distrik Web. Dimana bantuan yang diserahkan sebanyak 1.217 paket bama, 5.404 masker dan uang tunai sebesar 75 juta serta perlengkapan tempat tidur bagi lanjut usia (Lansia)

Penyerahan bantuan tersebut didampingi  Ketua DPRD Keerom Bambang Mujiono, Kapolres Keerom AKBP. Baktiar Joko Mujiono, Dandim 1701/Jayapura Kolonel Inf Jerry Harapan Tua Simatupang, Anggota DPRD Yahya Sauri Keerom dan para pimpinan OPD dilingkungan Pemda Kabupaten Keerom.

Selain sembako bahan makanan (Bama), Bupati juga menyerahkan bantuan bagi warga Lanjut Usia (Lansia) sebanyak 70 orang, sekaligus penyerahkan Masker kepada masyarakat di Distrik Yafi dan Distrik Web.

Bupati Markum dalam sambutannya mengatakan, di tengah pandemik penyebaran Covid- 19 di Kabupaten Keerom, pemerintah daerah Kabupaten Keerom terus bergerak untuk melakukan sosialisasi dan pencegahan terhadap penyebaran Covi-19.

Salah satu yang dilakukan adalah, dengan menyediakan jarring pengaman social  untuk masyarakat di Kabupaten Keerom. “Jarring sosial itu berupa paket sembako bahan makanan (Bama) bagi masyarakat di Kabupaten Keerom akibat dampak Covid- 19,” katanya.

Menurut Bupati Markum, tiga bulan terakhir ini pihaknya telah memberikan bantuan bama kepada 19.000 kepala keluarga (KK) di seluruh kabupaten Keerom. “Bantun ini baru tahap pertama,” katanya.

Bupati Markum berharap dengan pemberian paket sembako bahan makanan (Bama) dari Pemda Kabupaten Keerom selama tiga bulan ke depan, jangan sampai menganggap bahwa Pemda Keerom memberikan bahan makanan (Bama) hanya beras 30 kg dan lain sebagainya. “Ini untuk tiga bulan ke depan,” cetusnya.

Selaku pimpinan daerah, Bupati Marcum berharap kepada seluruh masyarakat agar dalam penyebaran Covid- 19 di Kab Keerom bisa memutuskan mata rantai penyebarannya, baik itu di Papua secara umum di Indonesia, dengan harpaan semua aktivitas bisa pulih kembali.

“Pemerintah Pusat, Gubernur, Bupati/Walikota, Kepala Distrik, Kepala Kampung hingga RT/RW bersama- sama bersatu padu, berkomitmen dan kejujuran kita serta disiplin kita. Jika kita bersama- sama bergandengan tangan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid- 19 yakin kita pasti bisa,” ungkap Bupati Markum.

Lebih lanjut disampaikan Bupati Marcum, bahwa bantuan yang diberikan Pemerintah Daerah Kabupaten Keera hingga Pemerintah Pusat sampai saat ini sedang berjalan, seperti  bantuan langsung tunai maupun bantuan social dari Kementerian Sosial RI melalui Bank Mandiri.

Namun dalam pemberian bantuan di kawal langsung dari Babinkamtibmas maupun Babinsa yang ada di wilayah kampung masing- masing, agar bantuan bisa tetap sasaran. “Jadi saya berharpa agar bantuan ini jangan diselewengkan,” tekan Bupati Markum.

Sementara itu Ketua DPRD Kab Keerom Bambang Mujiono, SE mengatakan, dalam pendisribusian bahan makanan (Bama) dari Pemda Kab Keerom untuk masyarakat Yafi dan Web dilakukan secara simbolis dan dikawal langsung oleh TNI dan Polri yang ada diwilayah masing- masing.

“Masyarakat penerima bantuan cukup tinggal dirumah masing- masing, karena bantuan bahan makanan (Bama) diantar oleh petugas dan di kawal langsung oleh TNI – Polri agar tepat pada sasaran,” ujar Bambang.

Untuk itu diharapkan kepada para kepala kampung apabila ada warga di kampung tidak mendapatkan bantuan kerana tidak terdata kerana tidak memiliki KK/KTP segerah melakukan kordinasi dengan Dinas Sosial Kab Keerom maupun Dinas Catatan Sipil Kab Keerom. kerana  bantuan ini berdasarkan KK/KTP. Apabila tidak memiliki keduanya pastinya sulit untuk dilakukan pengusulan,”tutup Bambang Mujiono. [alf]