Bupati Keerom Tegaskan, Penyaluran Bantuan kepada Terdampak Covid-19 harus dikawal oleh Pemerintah dan TNI/Polri

0
212
Caption : Bupati Keerom, Muh. Marcum bersama Ketua DPRD Kabupaten Keerom, Bambang Mujiono, saat menyerahkan bantuan Sembako dan BLT kepada masyarakat di Kampung kampung Jaifuri Distrik Skanto Arso III Kabupaten Keerom, pada Sabtu (18/07/2020).
Caption : Bupati Keerom, Muh. Marcum bersama Ketua DPRD Kabupaten Keerom, Bambang Mujiono, saat menyerahkan bantuan Sembako dan BLT kepada masyarakat di Kampung kampung Jaifuri Distrik Skanto Arso III Kabupaten Keerom, pada Sabtu (18/07/2020).

KEEROM, PapuaSatu.com – Bupati Keerom, Muh. Markum menyerahkan bantuan sembako dan bantuan langsung tunai (BLT) kepada terdampak covid-19 kepada masyarakat kampung Jaifuri Distrik Skanto Arso III Kabupaten Keerom, pada Sabtu (18/07/2020).

Bantuan sembako dan  BLT tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Keerom bersama Ketua DPRD Keerom, Bambang Mujiono, Kepala Dinas Sosial, Kepala Distrik Skanto, Donatus Warombri didampingi Babhikamtibmas, Babinsa dan disaksikan ketua RT serta masyarakat Kampung Jaifuri.

Bupati mengatakan, pihaknya bersama Ketua DPRD, Kepala Dinas, Kepala Distrik dan Kampung bersama-sama bersatu padu untuk menyerahkan bantuan kepada terdampak covid-19 kepada warga di kampung Jaifuri.

“Jumlahnya sejak awal 19.000 lebih, dan kini sisa 20 persen yang belum di distribusikan. Tapi saya optimis dan yakin dibulan ini bisa di distribusikam semua. Untuk kampung maupun wilayah kabupaten keerom,” katanya kepada awak media disela-sela penyerahan bantuan, Sabtu (18/7) sore.

Bahkan orang nomor satu di Kabupaten Keerom ini menegaskan bahwa pembagian Sembako harus di kawal oleh Pemerintah bersamasa-ama TNI-Polri, dengan agar bantuan yang diserahkan kepada terdampak Covid-19 benar-benar tepat sasaran.

Ketua DPRD Kabupaten Keerom, Bambang Mujiono, SE mengatakan hari ini baru bisa tersalurkan ke kampung Jaifuri karena baru menyelesaikan penyaluran ke klaster 3 yakni Waris ke Towe.

“Hari ini di Arso III dan Arso Barat baru bisa tersalurkan setelah penyelesaian yang terjauh. Kenapa dibilang terjauh karena pengirimannya terjauh karena bahkan ada yang menggunakan pesawat. Disana di dahulukan karena memang daerah-daerah klastee 3 (Waris-Towe) itu daerah-daerah yang ketersediaan makanannya sedikit, maka didahulukan kesana, kita harus ambil langkah cepat. karena harus selamatkan nyawa dan jangan kelaparan,” ujarnya.

Ia meminta agar pemerintah kampung untuk memaklumi bahwa penyerahan bantuan ini semata-mata ingin membantu para terdampak. “Hari ini situasinya tidak enak untuk mencari nama. Hari ini kita mau kejar cari kemuliaan, maka itu mari kita sama-sama,”  pintanya.

Bambang menyebutkan, Bantuan yang disalurkan kepada masyarakat turut di kawal oleh TNI Polri sehingga pendistribusian sampai kesasaran. “Jadi saya katakan bahwa bantuan bahan pangan ini murni dari bantuan dari Pemerintah Kab Keerom hasil realokasi repupusing bersama antara Pemerinta Daerah dengan DPRD Kab Keera,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Kampung Jaifuri, Teddy Suseno menjelaskan hari ini jumlah penerima sembako sebanyak 1.171 KK. “Saat ini 1.171 KK yang menerima bantuan sembako. Saya himbau RT standby dirumah masing-masing untuk pendistribusian. Ada pula penyeratan BLT untuk triwulan ke-3 ,” jelas Teddy.

Senada dengan itu Kepala Dinas Sosial Kabupaten Keerom, Lena Beru membenarkan jumlah sembako yang diserahkan. Ia juga mengatakan data tersebut bersumber dari kepala kampung.

“Benar jumlah sembako 1.171, data tersebut bersumber dari kepala kampung. Untuk saudara-saudara kita yang kena dampak covid-19. Kedua, kami juga laporkan hari ini kami melakukan pendropan di Distrik Skanto dan Arso Barat, masih ada 23 kampung yang belum tersalurkan. Kita akan rampungkan 2 Distrik di sekirar Arso. Yang kurang pendistribusiannya yaitu kampung yang ada di Towe. Alasannya adalah kami kesulitan transportasi karena hrus menggunakan pesawat. Maka, sambil menungu ke Towe, kami selesaikan yang di area Arso dulu,” pungkasnya. [ayu]