Cek Harga dan Ketersediaan Bapok di Pasar Hamadi , Mendag Zulkifli Hasan: Pasca-Lebaran Harga Bapok Stabil dan Pasokan Tersedia

10
Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan yang menyempatkan membeli dagangan warga di sela-sela memantau langsung ketersediaan dan kesetabilan harga Bapok di Pasar Hamadi Kota Jayapura, Selasa (2/5)
Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan yang menyempatkan membeli dagangan warga di sela-sela memantau langsung ketersediaan dan kesetabilan harga Bapok di Pasar Hamadi Kota Jayapura, Selasa (2/5)

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menegaskan, harga barang kebutuhan pokok di Jayapura, Papua terpantau stabil dan pasokan tersedia.

Demikian juga secara nasional, pasca-Lebaran Tahun 2023 harga barang kebutuhan pokok stabil dan pasokannya terjaga.

“Di Jayapura, harga barang kebutuhan pokok stabil. Memang sebagian barang kebutuhan pokok, seperti bawang lebih mahal karena didatangkan dari Jawa,” kata Mendag Zulkifli Hasan saat ditemui wartawan usai memantau ketersediaan pasokan dan harga bapok di Pasar Hamadi, Kota Jayapura, Selasa (2/5).

Berdasarkan pantauan, harga beras medium di Pasar Hamadi tercatat sebesar Rp12.000/kg, beras medium Bulog Rp11.000/kg, beras premium Rp15.000/kg, gula pasir Rp15.000/kg, minyak goreng curah Rp20.000/liter, minyak goreng Minyakita Rp14.000/liter, minyak goreng kemasan premium Rp24.000/liter, daging sapi Rp14.000/kg, daging ayam ras Rp32.000/kg, telur ayam ras Rp36.800/kg, bawang merah Rp60.000/kg, kedelai Rp13.000/kg, tepung terigu Rp15.000/kg, cabai merah keriting Rp85.000/kg, cabai merah besar Rp100.000/kg, cabai rawit Rp80.000/kg, dan bawang putih Rp45.000/kg.

Pemerintah terus melakukan berbagai upaya dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan barang kebutuhan pokok. Diantaranya dengan melakukan peninjauan langsung ke beberapa pasar rakyat. Selain itu, selama periode Lebaran 2023, Kemendag bersama Pemerintah Daerah menggelar 205 pasar murah dan gerakan pasar murah di seluruh Indonesia.

Tentang kunjungannya ke Pasar Hamadi, Kota Jayapura, Papua tersebut semata-mata untuk mengetahui langsung ketersediaan barang kebutuhan pokok dan stabilitas harganya.

“Ini ngecek harga-harga dan ketersediaan,” jelasnya.[yat]