Cemburu, Seorang Pemuda Bunuh Bosnya dan Melukai Wanita Idamannya Pakai Pisau

0
49
Kapolres Jayapura AKBP Victor Dean Mackbon sat menginterogasi pelaku AYFL yang nekat membunuh karena cembur
Kapolres Jayapura AKBP Victor Dean Mackbon sat menginterogasi pelaku AYFL yang nekat membunuh karena cembur

SENTANI, PapuaSatu.com – Mengaku merasa cemburu terhadap bosnya yang dicurigainya juga menyukai wanita idamannya, seorang pemuda berinisial AYFL (35) nekat menikam bosnya menggunakan pisau.

Kapolres Jayapura AKBP Victor Dean Mackbon, SH., S.IK., MH., M.Si mengungkapkan, pihaknya telah berhasil menangkap peakunya setelah satu mingu melakukan pengejaran atas kasus yang  terjadi pada tanggal 16 Juni 2020 di jalan Polomo Sentani, Kabupaten Jayapura.

“Identitas pelaku saat olah TKP sudah langsung kita ketahui identitasnya, sehingga tidak butuh waktu lama kita cari dan sekitar satu minggu pelaku berhasil kita tangkap,” ungkapnya kepada wartawan didampingi Wakapolres Kompol Zet Saalino, SH., MH, Kasat Reskrim AKP Hendrikus Yossi Hendrata, SH., S.IK dan Kasubagg Humas Polres Jayapura AKP Katharina H.L. Aya, di halaman Mapolres Jayapura, Senin (29/6/20).

Korban HMT (47) yang adalah pegusaha meubel, meninggal dunia dengan 2 luka tusukan benda tajam (pisau) tepat di dada yang dilayangkan AYFL yang notabene adalah sopir yang dipekerjakan HMT.

Sementara,  wanita DR (41) yang merupakan wanita idaman pelaku, juga jadi sasaran amukan pelaku, dan mengalami luka berat.

“Pelaku dan kedua korban adalah rekan bisnis, tetapi di dalam bisnis ini juga ada kecemburuan kemudian dilakukan pembunuhan ini pada tanggal 16 Juni 2020, jadi memang pelaku sudah merencanakan untuk menghabisi korban, dimana sudah disiapkan sebilah pisau, untuk menghabisi keduanya,” cerita Kapolres.

Lebih lanjut AKBP Dr. Victor menceritakan, setelah berhasil menikam keduanya, pelaku langsung melarikan diri, kemudian dari Tim Paniki Polsek Sentani Kota dan Tim Opsnal Cycloop bergabung untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku.

HMT (47) merupakan pengusaha meubel, dan wanita idaman pelaku bernisial DR (41) adalah penyuplai kayu, sedangkan pelaku AYFL (35) merupakan sopir.

Selama proses bisnis tersbeut dibumbui dengan rasa cinta, sehingga timbulah rasa cemburu antara pelaku dengan korban.

Kecemburuan memuncak saat pelaku menelepon korban dengan niat menanyakan posisinya dan ada sesuatu yang ingin disampaikan, tetapi tidak diangkat – angkat.

Ternyata ditemukan antara dua korban ada di dalam satu rumah, sehinga pelaku makin cemburu dan marah dan nekat berusaha membunuh keduanya.

“Pelaku kami jerat dengan pasal 338 KUHP sub 351 ayat 3 dan ayat 2 ancaman hukuman tentunya 15 Tahun penjara,” tutup Kapolres Jayapura AKBP Victor Dean Mackbon, SH., S.IK., MH., M.Si.[yat]