Colo Sagu Sambut Hari Bhayangkara, Nikah Massal dan Sidang BP4R di Jembatan Kuning Jayapura

70
Salah satu pasangan nikah massal yang sedang saling suap hidangan colo sagu yang disaksikan semua tamu undangan di acara nikah masal di Jeku, Ifar Besar, Sentani, Jumat (28/6)

SENTANI, PapuaSatu.com – Dalam rangka menyambut hari Bhayangkara Ke – 78, dan juga mengajak elemen masyarakat dalam mensukseskan Pilkada 2024 yang aman dan damai, Polres Jayapura menggelar nikah massal dan juga sidang BP4R (Badan Pembantu Penasehat Perkawinan Perceraian dan Rujuk) yang berlangsung di komplek Jeku (jembatan kuning) Kampung Ifar Besar, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (28/06) sore.

Pernikahan massal dilanjutkan dengan sidang BP4R yang diselenggarakan Polres Jayapura, berbeda dengan sebelumnya, kali ini diruang terbuka dengan pemandangan Danau Sentani dan Pegunungan Cycloop menjadi latar belakangnya.

Diikuti 16 pasangan nikah massal dan 13 pasangan nikah dinas, kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus W.A Maclarimboen, S.I.K., M.H, serta didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Jayapura Ny Deby Fredrickus Maclarimboen, turut hadir juga anggota MRP (Majelis Rakyat Papua) pokja perempuan, Fibiola Iriani Ohei, pejabat utama, ASN dan anggota Polres Jayapura serta para tamu undangan.

Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus W.A Maclarimboen, S.I.K., M.H mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut merupakan rangkaian kegiatan di Hari Bhayangkara Ke 78 sekaligus mengajak setiap elemen masyarakat untuk mensukseskan Pilkada damai yang pemungutan suaranya jatuh pada tanggal 27 November 2024.

“Kami di tahun – tahun sebelumnya melaksanakan lomba dayung tradisional, sehingga kita kemas kembali dengan sebutan berakhir pekan di jeku sehingga dilaksanakan nikah massal dan sidang BP4R,” ungkapnya saat ditemui wartawan di sela-sela melaksanakan iven tersebut.

Lebih lanjut Kapolres menjelaskan, selain kegiatan tersebut, besok (Sabtu ,29/06) akan ada juga dilaksanakan tiga lomba yakni lomba perahu tradisional, menghias perahu dan lomba Yospan (Yosim Pancar).

“Tujuan outputnya adalah bagaimana kita menghidupkan ekonomi kreatif, makanya tenda – tenda yang ada ini dikelola oleh mama – mama yang ada di seputaran jeku, sehingga dengan adanya penyelenggaraan ini bisa mendapatkan income yang baik untuk masyarakat,” tutup Kapolres.

Sementara Fibiola Iriani Ohei turut mendukung kegiatan tersebut ia mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Kapolres Jayapura, karena banyaknya kasus kekerasan dalam rumah tangga dan saat melapor kendalanya karena kekurangan dokumen.

“Kami berharap hal ini tidak dilakukan oleh Polres Jayapura saja tetapi bisa dilakukan oleh jajaran Kepolisian di Tanah Papua untuk mensupport khususnya dokumen – dokumen sehubungan dengan hal pernikahan,” pungkasnya.[yat]