Dari Ibadah Raya dan Konser Rohani Dalam Rangka Hari AIDS se-Dunia Tingkat Provinsi Papua

0
304
Caption : Suasana Ibadah raya dan Konser Rohani Dalam Rangka Hari AIDS Sedunia Tingkat Provinsi Papua di Bukit Foromokho, Netar, Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Proviinsi Papua, Senin (02/12/19).
Caption : Suasana Ibadah raya dan Konser Rohani Dalam Rangka Hari AIDS Sedunia Tingkat Provinsi Papua di Bukit Foromokho, Netar, Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Proviinsi Papua, Senin (02/12/19).

SENTANI, PapuaSatu.com – Bertempat di Bukit Foromokho, Netar, Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Proviinsi Papua, Senin (02/12/19), KPA Provinsi Papua dibawah komando Ketua Harian KPA Papua, Yanuel Matuan, menggelar peringatan Hari AIDS Sedunia tingkat Provinsi Papua.

Dalam prosesi ibadah yang diawali dengan doa yang dipimpin Pdt. Saul Elopere, juga ditampilkan seniman asal Lembah Baliem yang tampil membawakan dua lagu-lagu pujian, yang disusul duet yang membawakan dua lagu pujian berbahasa Lani dan bahasa Dani.

Tim KPA Papua dari Meepago pun turut membawakan lagu pujian berjudul indah rencanamu Tuhan, yang diikuti kesaksian  ODHA yang di kepengurusan KPA Provinsi Papua diistilahkan dengan tamu khusus.

Caption :  Pendeta dari Papua New Guinea (PNG) Ev. Wanne Ninjipadidampingi Ketua Harian KPA Papua, saat mendoakan Tamu Khusus usai memberikan kesaksikan pada ibadah raya peringat Hari AIDS se Dunia di Bukit Foromokho, Netar, Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Proviinsi Papua, Senin (02/12/19).
Caption : Pendeta dari Papua New Guinea (PNG) Ev. Wanne Ninjipadidampingi Ketua Harian KPA Papua, saat mendoakan Tamu Khusus usai memberikan kesaksikan pada ibadah raya peringat Hari AIDS se Dunia di Bukit Foromokho, Netar, Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Proviinsi Papua, Senin (02/12/19).

Salah satu tamu khusus KPA atas nama Klara Pigome, dari Kabupaten Nabire, yang mengaku  merasakan ada kesembuhan setelah mendapatkan pelayanan KPA Provinsi Papua melalui pelayanan doa dan konsumsi produk Purtier Placenta.

“Dari sebelumnya yang hanya mengkonsumsi obat ARV, badan saya lemah. Melalui ibu pendamping Ibu Penina Kayame, sekarang saya bisa angkat air satu embet cat besar untuk memenuhi kebutuhan air di rumah,” ungkapnya.

Senada Disampaikan salah satu Tamu Khusus dari Paniai, bahwa setelah minum suplemen Purtier Placenta yang diberikan tim dari KPA Provinsi Papua secara gratis, merasakan ada perubahan dan kesembuhan, sehingga bisa jalan dan hadir di acara peringatan Hari AIDS Sedunia di Sentani.

“Saya berharap kepada Pak Gubernur untuk menambah dan memperlancar penyaluran bantuan purtier ke semua kabupaten kota,” harapnya.

Selanjutnya, pendeta dari Negara tetangga Papua New Guinea (PNG) Ev. Wanne Ninjipa memberikan khotbahnya dalam bahasa PNG melalui penerjemah.

Ev. Wanne menyebutkan bahwa masalah AIDS bukan hanya masalah di Papua, tapi masalah bagi seluruh dunia.

Ia menggambarkan bahwa situasi di PNG telah terjadi perubahan gaya hidup masyarakatnya, yang makin bebas, sehingga makin banyak jalan yang bisa mengundang masuknya virus HIV ke dalam tubuh seseorang.

“Biarlah yang telah lewat, tapi untuk semua yang ada saat ini, saya mengimbau untuk kita semua dapat menghindari diri dari gaya hidup yang beresiko tertular HIV,” imbaunya.

Dan salah satu jalan terbaik agar tidak tertular virus HIV, kata Ev. Wanne Ninjipa, adalah dengan lebih dekat dan mau mengikuti jalan Tuhan.

“Kalau kita jalan membelakangi tuhan, maka kita akan hancur. Tetapi kalau kita mau jalan di jalan tuhan, tuhan akan menunjukkan jalan terbaik,” ujarnya.

EV. Wanne menceriterakan bahwa kondisi di PNG tidak kalah memprihatinkan, karena demi 2 kina PNG, orang sudah bisa mendatangkan AIDS ke dalam tubuhnya.

Karena, orang sudah bisa berhubungan seks dengan pekerja seks hanya dengan membayar 2 kina.

“Jadi kalau kita berperilaku seks bebas, maka dapat dengan mudah tertular virus HIV,” jelasnya.

Pendeta dari PNG tersebut, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua melalui KPA Provinsi Papua yang telah membuat komitmen untuk menyelamatkan yang sisa dari yang tersisa.

Ibadah raya ditutup dengan doa oleh Koordinator SDM KPA Papua, Oni B. Pagawak.

Usai ibadah,  dr. John Manangsang selaku pimpinan Riway Papua, diberi kesempatan untuk memberikan sambutannya.

Kata John Manangsang, untuk menyelamatkan yang sisa dari yang tersisa tidaklah gampang. Tidak cukup hanya doa, tidak cukup minum suplemen. “Kita perlu berdoa yang sungguh-sungguh,” ungkapnya.

Mewakili Riway International, John Manangsang mengucapkan terima kasih kepada KPA Papua yang mempercayakan produk Purtier Placenta sebagai anugerah Allah.

Dalam kesempatan tersebut, pimpinan Riway International pusat, Kaceran juga tampil memberikan sambutan singkatnya. “Selama ini, KPA dengan Riway International itu merupakan sebuah jodoh,” ungkapnya.

Dikatakan, hal itu dimungkinkan sudah diatur oleh Tuhan Yang Maha Esa. “Saya kasih tau sedikit, bahwa Riway merupakan perusahaan yang berdiri di Singapor Tahun 2008,” ungkapnya.

Dikatakan, Riway masuk ke Papua telah hamper dua tahun. Dan berkat kerjasama dengan KPA Papua, banyak tamu-tamu khusus (ODHA) yang sudah terbantu melalui produk Purtier Placenta yang telah dikonsumsi.

Di kesempatan tersebut, Ketua KPA Yanuel Matuan dalam sambutannya mengungkapkan bahwa pihaknya sengaja memilih untuk memperingati Hari AIDS sedunia di tanggal 2 Desember, karena tanggal 1 Desember yang ditetapkan sebagai hari AIDS sedunia bertepatan dengan hari suci bagi umat Kristen untuk melaksanakan ibadah.

“Kehadiran para tamu khusus (ODHA), merupakan anugerah Tuhan yang luar biasa,” ungkapnya.

Dipandu Oni B. Pagawak, puluhan tamu khusus KPA Papua, kembali memberikan kesaksiannya (testimony) tentang apa yang dirasakan setelah mendapatkan pelayanan doa dan pemberian suplemen Purtier Placenta dari KPA Provinsi Papua.

Satu hal yang diungkapkan, yakni merasakan pemulihan kondisi tubuhnya yang selama ini tidak berdaya meski mengkonsumsi obat Anti Retroviral (ARV) yang didapat dari rumah sakit.

Dengan meminum beberapa butir Purtier Placenta yang dipasarkan oleh jaringan Riway International, sejumlah pengidap HIV AIDS yang sudah dalam kondisi lemah, badannya semakin segar dan bisa beraktifitas. [yat]