Delapan Jenazah Korban Hely MI-17 Penerbad Dilepas Ke Surabaya dan Semarang

0
178
Prosesi pengantaran delapan Jenazah Korban Hely MI-17 Penerbad saat keluar dari Hangar Banse Ops Lanud Silas Papare untuk dibawa ke pesawat Herkules dan diterbangkan ke Surabaya dan Semarang, Senin (17/02/20)

SENTANI, PapuaSatu.com – Dari 12 personil TNI yang menjadi korban jatuhnya pesawat Helikopter MI-17 Penerbad No Reg HA 5138 di Pegunungan Mandala, Distrik Oksob, Kabupaten Pegunungan Bintang, delapan diantaranya telah diterbangkan ke daerah asal masing-masing menggunakan Herkules A-1316 milik TNI pada Senin (17/02/20) pagi.

Pelapasan delapan jenazah tersebut dilakukan dalam bentuk upacara penghormatan di Base Ops Lanud Silas Papare, Bandara Sentani yang dipimpin Pangkogabwilhan III, Letjen TNI Ganip Warsito, yang dihadiri Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab, Kapolda Papua, Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw, dan sejumlah pejabat di lingkungan Kodam XVII/Cenderawasih dan Polda Papua.

Sebelum upacara, Letjen TNI Ganip betkesempatan memberikan tali asih kepada perwakilan keluarga korban.

Dan di dalam upacara, dibacakan pemberian kenaikan pangkat luar biasa operasi militer selain perang anumerta, satu tingkat lebih tinggi kepada para korban.

Saat ditemui wartawan usai pelepasan jenazah yang dilakukan hingga penghormatan terakhir saat pesawat siap take off, Letjen TNI Ganip Warsito mengungkapkan rasa syukurnya kepada Tuhan yang maha kuasa, sehingga para korban dapat ditemukan setelah delapan bulan melakukan pencarian.

Dan setelah dipastikan posisi puing-puing Hely M-17 Penerbad beserta 12 penumpangnya di lereng Gunung Mandala, langsung diterjunkan tim evakuasi.

“Dalam dua hari dua malam berhasil kita evakuasi dan hari ini kita bisa antar rekan-rekan kita kembali ke keluarganya,” ungkap Letjen Ganip.

Letjen Ganip selaku Pangkogabwilhan III pun menyatakan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya, khususnya kepada Pangdam XVII/Cenderawasih, dan juga Danrem, Danlanud beserta jajarannya, serta Kapolda Papua yang terus bersinergi membantu tugas-tugas pencarian.

“Selain itu saya juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bupati Kabupaten Pegunungan Bintang, dan tokoh-tokoh masyarakat di sana yang dengan ikhlas membantu sampai mengantar menunjukkan jalan  ke titik lokasi.

Dikatakan, evakuasi ke daerah asal dilakukan dua tahap. Tahap pertama delapan jenazah dengan tujuan Surabaya dan Semarang.

Sedangkan tahap kedua yang direncanakan Hari Selasa (18/02/20), yang dipimpin Panglima TNI, Jenderal TNI Hadi Tjahjanto dengan tujuan Sorong, Ambon, Kendari dan Kupang.

Disinggung senjata dan barang lain milik korban, kata Lenjen Ganip, saat ini pihaknya masih memprioritaskan korban dulu.

“Masalah senjata bisa kita urus kemudian. Saya yakin Bapak Kapolda, Pangdam, Danrem, dan tokoh masyarakat akan membantu tentang itu,” jelasnya.

Mengenai kotak hitam berisi rekaman komunikasi pilot, kata Letjen Ganip, sudah ditemukan dan nantinya diserahkan kepada ahlinya di Pusat Penerbangan TNI untuk menganalisa penyebab jatuhnya Hely MI-17 Penerbad.

Di kesempatan sama, Kapolda Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpau saat ditemui wartawan mengimbau kepada masyarakat di Pegunungan Bintang, terutama para tokoh masyarakat, untuk membantu mengembalikan barang milik para korban.

Kapolda juga mengakui bahwa sejak awal telah mengerahkan personil yang dibutuhkan untuk keperluan evakuasi sampai proses identifikasi di RS Bhajangkara.

“Sejak ditemukannya titik koordinat kecelakaan itu, dikomando oleh Pangdam melalui Danrem 172/PWY, kami bersama-sama beraatu padu untuk mengevakuasi sampai terakhir di Pos Ante Mortem di Rumah Sakit Bhayangkara,” ungkapnya.

Korban Hely MI-17 Penerbad yang telah dievakuasi ke kampung halamannya, masing-masing :

a. Mayor Cpn Anumerta Aris Afik, Pilot, tujuan Semarang)
b. Mayor Cpn Anumerta Bambang, tujuan Semarang)
c. Kapten Cpn Anumerta Ahwar, Co-Pilot, tujuan Semanrang)
d. Serma Anumerta Suriatna, tujuan Semarang)
e. Sertu Anumerta Dita Ilham, tujuan Semarang)
f. Praka Anumerta Asharul, tujuan Semarang)
g. Kopda Anumerta Dwi Purnomo, tujuan Semarang)
h. Pratu Anumerta Tegar Hadi Sentana, Yonif 725/WRG, tujuan Surabaya).[yat]