Dengan QRIS, Pembayaran Berbasis Aplikasi Online Lebih Praktis

0
71
Kepala KPw BI, Naek Tigor saat bertransaksi menggunakan QR Code standar nasional di salah satu merchant yang ada di Mall Jayapura

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Setelah banyak Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) mengembangkan aplikasi berbasis android yang menawarkan system pembayaran di supermarker, kafe dan unit-unit usaha lainnya yang menggunakan kode QR, Bank Indonesia mengeluarkan peraturan agar dalam Kode QR standar yang diberi nama Quick Response Indonesian Standard (QRIS).

Launching QRIS sendiri sudah dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia pada tanggal 17 Agustus 2019.

Dan untuk memonitoring penggunaan QRIS tersebut, Rabu (9/1/20), Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua bersama dengan Himbara melakukan monitoring implementasi Quick Response Indonesian Standard (QRIS) di Mall Jayapura.

“QRIS dapat menjadi kanal pembayaran bagi konsumen yang menggunakan aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik (e-wallet), atau mobile banking yang memiliki fitur pembayaran menggunakan QR Code,” ungkap Kepala KPw BI Provinsi Papua, Naek Tigor Sinaga kepada awak media di Jayapura, Kamis (9/1/20).

Dengan implementasi Standar Nasional Quick Response Code untuk pembayaran tersebut, sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Anggota Dewan Gubernur (PADG) Bank Indonesia Nomor 21/18/PADG/2019, seluruh PJSP harus menyesuaikan QR Code Pembayaran sesuai dengan QRIS paling lambat tanggal 31 Desember 2019.

Kepala KPw BI, Naek Tigor dalam kesempatan memperkenalkan QRIS di depan puluhan awak media menunjukkan cara transaksi menggunakan QR Code di beberapa merchant yang terdapat di Mall Jayapura.

Menggunakan QRIS, masyarakat yang dalam bertransaksi menggunakan aplikasi LinkAja, GOPAY, OVO, DANA, ShopeePay, dan lain-lainnya yang memiliki QR Code, dapat dilayani hanya dengan satu QR Code yaitu QRIS.

Dengan hadirnya QRIS, pengguna (user) akan memiliki fleksibilitas dalam memilih alternatif sumber dana dan/atau insturmen pembayaran yang dapat digunakan.

Dan dari sisi pedagang (merchant), akan meningkatkan kepraktisan, karena hanya diperlukan 1 (satu) QR Code Pembayaran untuk menerima pembayaran dari berbagai sumber dana dan/atau instrumen pembayaran.

Dari sisi industri secara keseluruhan, pengembangan QRIS mendukung interkoneksi dan interoperabilitas sehingga dapat meningkatkan efisiensi.

Tigor juga menyampaikan, bahwa QRIS mengusung semangat UNGGUL (Universal, Gampang, Untung, dan Langsung), yang bertujuan untuk mendorong efisiensi transaksi, mempercepat inklusi keuangan, memajukan UMKM, yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi, untuk Indonesia Maju.[yat]