SENTANI, PapuaSatu.com – Dewan Adat Suku Sentani (DASS) menyatakan komitmennya untuk mendukung suksesnya rangkaian pelaksanaan PON XX Papua 2021 di Papua, terutama di Kabupaten Jayapura.
Karena itu, DASS mempersilahkan aparat keamanan untuk memproses sesuai hukum yang berlaku apabila ada pihak-pihak yang berupaya mengganggu jalannya PON, seperti demo, pemalangan atau aksi-aksi lain yang bisa mengganggu.
Hal itu ditegaskan Ketua DASS yang juga Ondofolo Kampung Bambar dan Anggota DPR Papua Orgenes Kaway, karena sudah ada kesepakatan antara adat dengan Pemerintah Provinsi Papua, untuk tidak ada aksi tuntutan apapun sampai PON selesai
“Pemerintah sudah memberikan harapan-harapan kepada kami Dewan Adat dan juga pemilik hak ulayat, bahwa mereka (pemerintah) siap melakukannya (menyelesaikan masalah lahan),” ungkapnya didampingi, Yakob Fiobetauw, Decy Violent, dan Abhu Afaa Kampung Nendali Jhon Manansang Wally, di Sentani, Selasa (28/9/21).
Kesepakatan tersebut, kata Orgenes Kaway, sudah terjadi sekitar satu bulan sebelum PON dilaksanakan.
Dan menyikapi adanya pihak yang berupaya mengganggu, yakni dengan memasang spanduk berisi tuntutan ganti rugi tanah, seperti yang terjadi pada Hari Senin (27/9/21), berupa pemasangan spanduk yang mengatasnamakan Suku Puhiri (Makhem) yang menyatakan untuk mengadakan pemalangan lokasi stadion PON dan beberapa venue dalam area 62 Ha, ditegaskan bahwa itu dari semua pembicaraan yang terjadi selama ini antara adat dengan pemerintah.
“Yang terjadi kemarin itu di luar dari semua yang kami bicara selama ini. Dan itu hal yang baru, obyek yang sama dan terjadi seperti itu,” tegasnya.
Karena itu, DASS menegaskan agar dicek kembali kepada orang yang memasang spanduk tersebut. “Perlu dicek kembali orang ini tau adat tidak?,” lanjutnya.
Karena dalam kesepakatan sudah jelas, pemerintah akan bertanggungjawab menyelesaikannya, yang penting PON selesai dan sukses dulu.
“Kalau yang terjadi kemarin biarlah melalui hukum yang berlaku, silahkan diproses, karena hal ini baru muncul,” tegasnya lagi.
Karena itu, ia menegaskan lagi untuk dukungan suksesnya penyelenggaraan PON XX Papua.
“Saya bersama teman-teman sebagai lembaga Dewan Adat Suku Sentani (DASS) menyatakan bahwa PON tetap akan jalan,” ungkapnya.
Karena itu, DASS pernah menghimbau kepada seluruh ondoafi dalam Musyawarah Besar I lalu bahwa harus berjiwa besar untuk menerima siapa saja yang datang bertamu di daerahnya.
“Itu sebabnya kami dari adat sudah menyampaikan informasi ini kepada teman-teman ondofolo hosei, dan terlebih khusus kepada teman-teman yang tempatnya hari ini dibangun venue-venue PON, dan kami sudah sepakat dan tidak melaukan pemalangan lagi,” pungkasnya.[yat]










