Di Tengah Bayang-Bayang Aksi KST, Satgas YPR 305 Tengkorak Tancap Gass Ubah Kampung Hengki Sani Jadi Kota Baru

28

INTAN JAYA, PapuaSatu.com – Kebersamaan Satgas TNI-Polri di Intan Jaya menjadikan Kelompok Seperatis Bersenjata semakin dijauhi oleh masyarakat.

Betapa tidak, disamping karena masyarakat yang makin cinta dengan TNI dan Polri, karena berbagai program pelayanan masyarakat yang dijalankan setiap saat tanpa henti, bergerak aktif untuk melindungi masyarakat dari kebrutalan KST, khususnya kelompok teroris tersebut, bertempat di wilayah Kab. Intan Jaya. Minggu (4/12/2022).

Setelah Lettu Inf Wira Wijaya menyelesaikan proyek Komplek Ceria Intan Jaya di Kampung Bilogai, kali ini Kapten Inf Poltak Siahaan alias Panglima Mamba nge-gass.

Di bawah suvervisi Mayor Inf Anjas, Wadansatgas YPR 305 Tengkorak, Panglima Mamba mengomandoi sekitar 50 personel gabungan TNI Polri yang saat ini sedang menjalankan tugas di Intan Jaya.

Sejak hari Senin, 28 November 2022, Satgas TNI-Polri yang didukung elemen masyarakat lainnya, bahu membahu bersama masyarakat Mamba, demi menjadikan kampungnya Hengki Sani memiliki fasilitas hiburan layaknya di kota. Lampu solar cell dukungan Panglima Kostrad, dipasang di beberapa tempat.

Fasilitas permainan anak kiriman Danyonif PR 501 Bajra Yudha, juga ditata dengan baik. Begitu juga dengan lapangan voli dan sepakbola, semua dibenahi.

Tiang net dan gawang yang telah dipasangi jaring dengan warna merah putih khas NKRI, mempercantik Komplek Ceria di Mamba, karya anak-anak Raja Aibon Kogila atau Dansatgas YPR 305 Tengkorak.

Kapten Poltak Siahaan tentunya tidak bekerja sendiri. Setiap harinya, selalu didampingi Kapten Puji, Kapten Suryo, Lettu Komang, Lettu Imam Sembiring dan Lettu Saeful. Tak ketinggalan dari Polri yaitu Iptu Gada selalu setia menemani anak buahnya yang sudah menyatu dengan para Ksatria Tengkorak.

Sebelum mulai memasang semua fasilitas di Kampung Mamba, para Ksatria Tengkorak yang terdiri dari Maldi, Erick, Sigit, Zulkarnawi, Bhaskoro dan Tendri, setiap hari membanting tulang, menyiapkan segala fasilitas tanpa kenal lelah.

Dua Minggu lamanya, akhirnya Maldi dan rekannya menuntaskan segala persiapan, demi memperindah Kampungnya Hengki Sani. Selama bekerja, Tendri selalu membuat lelucon, sehingga suasana kerja tetap ceria dan bahagia. Semua dilakukan demi membahagiakan masyarakat Mamba.

“Saya tidak mau warga kecewa. Selama ini, kita sering mendengar keluhan warga karena tidak adanya pejabat pemerintah yang hadir di tengah-tengah mereka.

Sekarang, kitalah yang hadir, seperti disampaikan Bapak Kasad selalu dan selalu mengingatkan, agar kita senantiasa hadir di tengah-tengah masyarakat dan harus memberikan solusi. Solusi terhadap permasalahan mereka.

Jangan kita berfikir untung rugi. Semua untung. Karena Tuhan Maha Tahu. Karena itu, siapkan semaksimal mungkin,” ucap Ardy Dansatgas saat memimpin rapat para Perwira staf dan Komandan Pos.

Tiga hari bolak-balik ke Kampung Mamba, akhirnya tuntas juga semuanya. Fasilitas olahraga, taman bermain dan penerangan terpasang semua. Maldi, Erick, Sigit, Zul dan Bhaskoro bekerja keras bersama anak buah Iptu Gada Tendri selalu menjadi sorotan karena tenaganya yang luar biasa. Gembala Nephinus Sani dan Osea Sani, dua tokoh Mamba selalu hadir bersama para prajurit.

Antusias masyarakat nampak jelas sekali. Bukan hanya pemuda, Mama-mama sampai anak-anak turun tangan, bekerja bersama-sama TNI Indah sekali suasana Kampung Mamba sejak Senin sampai Rabu sore ini.

Kampung yang sebelumnya dianggap menakutkan, ternyata dihuni oleh warga yang luar biasa ramah dan pekerja keras.

“Amakanie, Amakanie,” itulah kata-kata yang berulang-ulang diucapkan oleh Mama-mama setiap sore, ketika semua pasukan akan kembali ke Pos masing-masing, meninggalkan kampung mereka.

Letkol Inf Ardiansyah alias Raja Aibon Kogila merencanakan peresmian Kompleks Ceria Intan Jaya di Kampung Mamba. Dengan tema “TNI-POLRI Berbhakti, Intan Jaya Berseri, Di Bulan Desember Yang Suci”.

Letkol Inf Ardiansyah sangat mengharapkan agar masyarakat Intan Jaya dapat menikmati fasilitas-fasilitas seperti warga yang tinggal di perkotaan.

Keterbatasan yang ada, seperti sarana angkutan hanya via pesawat terbang, bukanlah penghalang bagi pasukan Satgas YPR 305 Tengkorak untuk membahagiakan masyarakat Intan Jaya. Bulan Desember di Kampung Hengki Sani akan dimeriahkan dengan warna-warni merah putih, bukan lagi dengan bendera lain.

Terlihat raut wajah Kapten Poltak Siahaan cukup berseri sekembalinya dari Kampung Mamba. Namun, tetap saja belum sempurna, karena acara belum dimulai, meskipun tenda hijau khas TNI-AD telah terpasang di Mamba.

Damailah selalu Intan Jaya, damailah Papua. Semoga Tuhan selalu membukakan jalan untuk para Ksatria TNI-POLRI untuk mengabdi sekaligus membahagiakan masyarakat Papua, khususnya di Intan Jaya.[redaksi]