Di Timika, Meko Polhukam dan Mendagri Silaturahmi Dengan Forkopimda, Tokoh-Tokoh dan Akademisi

0
127
Menko Polhukam, Prof. Moh. Mahfud MD (tengah) saat memberi arahan pada pertemuan silaturahmi di Ruang Tembaga Rimba Papua Hotel, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Rabu (22/7/20)
Menko Polhukam, Prof. Moh. Mahfud MD (tengah) saat memberi arahan pada pertemuan silaturahmi di Ruang Tembaga Rimba Papua Hotel, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Rabu (22/7/20)

MIMIKA, PapuaSatu.com – Dalam kunjungan kerjanya ke Papua, Menko Polhukam, Prof. Moh. Mahfud MD dan Mendagri, Prof. Drs. Muhammad Tito Kafnavian menggelar pertemuan silaturahmi dengan Forkopimda, tokoh agama, tokoh adat dan kalangan akademisi, yang digelar di Ruang Tembaga Rimba Papua Hotel, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Rabu (22/7/20)

Hadir dalam kegiatan yang dipimpin Menkopolhukam, Mahfud MD, tersebut, Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian (Mendagri), Letjen TNI Jhoni Sopriyanto (Kasum TNI), Komjen Pol Dr. Gatot Eddy Pramono (Wakapolri), Bpk. Nono Sampono (Wakil Ketua I DPD RI), Mayjen TNI Herman Asaribab (Pangdam XVII/Cenderawasih), Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw (Kapolda Papua), Mayjen TNI Ali Hamdan Bogra (Pangdam XVIII/Kasuari), Laksda TNI Dadi Hartanto (Panglima Koarmada III), Brigjen TNI Iwan Setiawan (Danrem 173/PVB), Brigjen TNI Bangun Nawoko (Danrem 174/ATW), Letkol Inf Edi Widianto (Danbrigif 20/IJK/3/Kostrad, Letkol Inf Pio L. Nainggolan (Dandim 1710/Mimika), Letkol Lek Adi Siswanto (Dansatrad 243/Timika), Letkol Laut (P) Yadi Mulyadi (Danlanal Timika), Pemprov dan Pemda Mimika, Para Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Adat dan kalangan Akademisi Kabupaten Mimika.

Mengawali pertemuan, Bupati Mimika, Eltinus Omaleng menyampaikan laporan terkait penanganan Covid-19.

Disebutkan, untuk kasus Covid-19 di wilayah yang dipimpinnya, seluruhnya terdapat 447 kasus positif dan saat ini yang dirawat sisa 58 orang.

Saat ini, kata bupati, bahwa Kabupaten Mimika berada pada kondisi New Normal, agar kehidupan dan perputaran ekonomi tetap berjalan lancar.

“Kami belum bisa pastikan kapan berakhirnya Covid-19, dan kami mengajak masyarakat untuk tidak panik dengan keadaan ini, akan tetapi tetap memperhatikan protokoler kesehatan demi keselamatan bersama,” ujar bupati.

Jubir Tim Gugus Tugas Covid -19 Kabupaten Mimika, ReynoldbUbra menambahkan, bahwa kerja tim gugus Timika dalam mendeteksi Covid sangat terbantu oleh ecepatan alat test PCR yang dimiliki Pemda Mimika dan PT. FI, yang sehari bisa mencapai 200 test.

Dikatakan Reynold, sampai saat ini sudah memasuki hari ke 120, dan semua unsur sudah bisa mengendalikan penyebaran covid-19 di wilayah Kabupaten Mimika.

Upaya promosi sebagai pencegahan Covid seperti cuci tangan, jaga jarak dan menggunakan masker sangat membantu dalam menekan laju penyebaran Covid 19 di Kabupaten Mimika.

Prof. Moh. Mahfud MD (Menko Polhukam) dalam arahannya pada pertemuan tersebut menyampaikan bahwa dasar Negara Indonesia, yaitu Pancasila, menjadi perekat dalam keberagaman sosial budaya masyarakat Indonesia.

“Banyak pihak yang ingin menggantikan negara Pancasila seperti RMS, GAM, Permesta, dan lain-lain. Akan tetapi sampai dengan saat ini hal itu tidak bisa,” ujar Menko Polhukam.

Karena itu, Menko Polhukam meminta kepada semua pihak untuk tidak saling menjatuhkan hanya karena perbedaan.

“Akan tetapi kita harus menyadari bahwa dari perbedaan itu kita dapat bersatu dalam Pancasila sebagai ideologi negara,” tegasnya.

Mahfud MD juga mengatakan adanya ketidakadilan pemerintah dalam proses pembangunan di masa lalu.

Karena itu, kepada daerah-daerah tertentu, seperti di Papua mendapat prioritas, yang salah satunya adalah di bidang pendidikan melalui program ADIK, sehingga kepada putra putri Papua bisa tanpa tes untuk masuk kuliah.

Di kesempatan sama, Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, selaku Mendagri mengungkapkan terkait dana Otsus.

“Tentang dana Otsus bahwa pada prinsipnya kita semua masih memerlukan dana Otsus,” ujar Mendagri.

Di wilayah Bomberai saat ini sudah tercampur dan beradaptasi, baik dari penduduk setempat maupun pendatang, sudah berbaur satu sama lain.

Sehingga, terkait perhatian pendidikan, tidak ada perbedaan antara OAP dengan Non OAP.

“Justru kita berencana akan menambah universitas di wilayah Papua,” tandasnya.

Dalam forum tersebut, Wakil Ketua I DPD RI, Yoris Raweyai yang juga hadir menambahkan bahwa pihak juga sedang berupaya agar Otsus diperpanjang.

“Kita semua punya kewajiban untuk membangun Papua dan DPD akan berjuang agar Otsus diperpanjang,” ungkapnya.[yat]