Dicurigai Edarkan Ganja, Empat WNA PNG Masuk Wilayah NKRI Tanpa Dokumen Keimigrasian

117
Komandan Lantamal X, Jayapura Laksma TNI Yeheskiel Katiandagho, SE, MM, bersama Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jayapura, Darwanto,SH,MH. dan Kepala Kantor Bea Cukai Jayapura, Albert Simorangkir saat memberikan keterangan pers, Minggu (18/10/20)
Komandan Lantamal X, Jayapura Laksma TNI Yeheskiel Katiandagho, SE, MM, bersama Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jayapura, Darwanto,SH,MH. dan Kepala Kantor Bea Cukai Jayapura, Albert Simorangkir saat memberikan keterangan pers, Minggu (18/10/20)

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Empat warga negara asing (WNA) asal Papua New Guinea (PNG) ditangkap aparat TNI Angkatan Laut Pos Angkagan Laut Skow, Sabtu (18/10/20) sekitar pukul 15.50 WIT.

Penangkapan warga PNG yang diketahui masing-masing berinisial JRO (20), HO (29), (21) dan G (24), ditangkap saat hendak kembali ke Vanimo, PNG di perairan dekat Dermaga Logpon, Kampung Skowsae, Distrik Muara Tami.

Komandan Lantamal X, Jayapura Laksma TNI Yeheskiel Katiandagho, SE, MM, menyatakan, penangkapan keempat warga PNG karena dicurigai memasukkan barang terlarang, seperti Narkotika, dan lain-lain.

“Kemarin kita kembali pelanggar wilayah perbatasan, yang diduga mengedarkan  Buktinya banyak Narkoba ganja yang beredar,” ungkapnya saat menggelar press release di Mako Satuan Patroli Lantamal X Jayapura, Minggu (18/10/20).

Keempat warga PNG tersebut ditangkap saat hendak kembali ke negaranya menggunakan satu speedboat, dan setelah diperiksa diketahui tidak membawa dokumen keimigrasian.

Sehingga, warga Negara PNG tersebut ditahan bersama barang bukti berupa satu unit speedboat, lima jerigen ukuran 25 liter berisi BBM, lima karung cacao kering dan lima botol oli yang hendak dibawa ke PNG secara illegal karena tidak melalui ijin bea cukai.

Kata Danlantamal X, aktifitas keempat warga PNG tersebut juga menjadi salah ancaman terhadap kedaulatan NKRI.

Karena itu, ditegaskan bahwa pihaknya akan selalu mengawasi dan menindak sekecil apapun hal-hal yang sekiranya mengganggu kedaulatan Negara.

Di kesempatan sama, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jayapura, Darwanto,SH,MH, mengungkapkan bahwa kasus pelanggaran keimigrasian tersebut merupakan yang ke lima terjadi sepanjang Tahun 2020.

Untuk sanksi untuk pelanggar keimigrasian, pihak Kantor Imigrasi Jayapura memberikan sanksi yang disesuaikan jenis pelanggaran.

Karena ada pelanggar yang murni warga PNG, ada yang berstatus pernikahan antara warga Negara Indonesia dengan warga PNG, ada yang surat/kartu lintas batas telah mati, dan lain-lain.

Sehingga tidak semua kasus pelanggaran keimigrasian diproses secara projusticia.

“Tapi di projusticia ini perlu waktu, pemikiran dan dana, karena itu perlu dipikirkan manfaat dan mudaratnya,” jelasnya.

Kronologis penangkapan empat warga Negara PNG tersebu, bermula dari informasi yang didapat dari jaring masyarakat melalui Tim Intel Lantamal X, dan meneruskan informasi ke Posal Skow Sae, bahwa ada warga PNG yang akan memasuki wilayah Indonesia melalui perairan laut Jayapura, yang direncanakan sandar di dermaga tikus Logpon Skow Sae, Distrik Muara Tami.

Selanjunya, saat Danpos beserta 4 personil Posal Skow Sae melaksanakan Patroli rutin di sekitar Perairan Skow Sae pada pukul 09.00 WIT, melihat sebuah speedboat yg mencurigakan yang sedang melintas dari Jayapura menuju ke PNG.

Pukul 15.50 Wit Dpp Letnan Mar Sumantri beserta anggota Posal memberhentikan Speedboat tersebut pada posisi 02°53’00” S – 140°53’00” T dan memeriksa barang bawaan serta surat ijin melintas batas.

Pukul 16.00 Wit Dpp Letnan Mar Sumantri beserta anggota Posal membawa Speedboat dan barang bawaan ke Satrol Lantamal X untuk di laksanakan pemeriksaan lanjutan dikarenakan keempat Warga PNG tidak mempunyai surat ijin melintas batas.[yat]