Diskusi Ketersediaan Sanitasi, Unicef Bersama Yakenpa Bertemu Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura

Penanggung Jawab Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Rusli
Penanggung Jawab Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Rusli

JAYAPURA , PapuaSatu.com – Unicef bersama Yayasan Noken Papua bertemu guna mendiskusikan ketersediaan sanitasi di Kabupaten Jayapura bersama perwakilan tenaga kesehatan lingkungan Dinas kesehatan kabupaten Jayapura selama tiga hari di Hotel Sunny Lake Garden, Selasa (27/4).

Tujuannya adalah untuk menjamin tersedianya air bersih dan sanitasi (saluran pembuangan) di setiap sekolah dan rumah penduduk serta untuk berdiskusikan tentang strategi kolaborasi antar sektor mencapai Kabupaten Jayapura stop buang air besar sembarangan hingga seratus persen.

Penanggung Jawab Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Rusli mendukung penuh program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dapat memberi semangat kepada tenaga kebersihan lingkungan juga penambahan toilet dan air bersih Kabupaten Jayapura.

“Kegiatan STBM ini penting sekali untuk meningkatkan cakupan sanitasi dilapangan. Di Kabupaten Jayapura sudah 43 kampung, STBM sudah 2 kampung. Dalam rangka mendukung PON XX kita ingin kampung ODF kita bertambah, teman-teman kita supaya semangat bekerja, kita sharing info dan data,” ujarnya.

Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan merupakan kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan. Pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan.

Ditempat yang sama, Penanggung Jawab Kesehatan Lingkungan Puskesmas Lereh, Petrus Yabansabra mengatakan setelah mengikuti kegiatan ini, ia akan memicu STBM untuk mewujudkan lima kampung ODF. “Kendala dikampung itu tidak adanya kendaraan, kampung jauh-jauh, ada yang ikut perahu, ada juga yang ikut pesawat. Wilayah yang memadai STBM dikampung Lapoa, ada dinas yang memiliki Jamban,” tukasnya. [ayu]