
SENTANI, PapuaSatu.com – Pemerintah Kabupaten Jayapura mendorong para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk segera beralih ke ekosistem digital.
Langkah strategis ini diwujudkan melalui Forum Konsultasi Publik (FKP) dengan tagline UMKM GO BIG : Digitalisasi, Branding, dan Strategi Menjemput Cuan yang digelar di Aula Lantai Dua Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah Sentani, Selasa (3/8/2026).
Bupati Jayapura dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Jayapura, Dr. Abdul Rahman Basri, S.Sos., M.KP., menekankan bahwa bisnis di ranah digital membuka peluang pasar yang tanpa batas dan memotong jarak komunikasi langsung dengan pelanggan.
Namun, kehadiran produk digital dinilai belum cukup tanpa adanya fondasi pemasaran yang matang.
“Kehadiran produk digital tidak akan cukup jika tidak didukung dengan branding yang kuat, konten pemasaran (content marketing) yang menarik, serta strategi konversi yang mampu mengubah perhatian menjadi transaksi penjualan atau cuan,” ujar Abdul Rahman Basri saat membacakan sambutan.
Dalam arahannya, bupati menegaskan agar UMKM harus berani bermigrasi ke ekosistem digital dan memiliki identitas digital resmi, bisa membangun citra produk yang kuat, unik, dan berkarakter, dan bisa menguasai taktik penjualan agar tidak sekadar ramah di media sosial, tetapi mampu menjemput peluang pasar yang nyata.
Ketua PANDI, Isnawan Aslam menyatakan komitmen penuhnya untuk mengawal digitalisasi UMKM di Bumi Kenambai Umbai agar bisa menembus pasar global.
Sebagai langkah konkret, PANDI langsung memfasilitasi para peserta dengan pembuatan website menggunakan nama domain .id.
“Kami tidak akan merepotkan teman-teman UMKM. Begitu dilatih, website langsung jadi dan pengelolaannya dibuat semudah mengisi media sosial seperti Instagram, TikTok, atau Facebook. Jadi tidak ada hal teknis yang menyulitkan,” ungkap perwakilan PANDI.
Pihak PANDI memastikan bahwa program ini tidak berhenti pada pelatihan satu hari. Dari total peserta yang hadir, sebanyak 30 pelaku UMKM yang sudah memiliki produk matang akan dikurasi untuk mengikuti pelatihan teknis lanjutan pada hari berikutnya. Pendampingan berkala juga akan terus dilakukan, baik secara daring via Zoom maupun pertemuan tatap muka (offline).
Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Kabupaten Jayapura, Gustaf Griapon, S.T., M.Sos., menjelaskan bahwa inisiasi ini lahir dari evaluasi terhadap kendala lapangan yang dihadapi para pelaku usaha.
Dikatakan, digitalisasi menjadi salah satu solusi untuk mengatasi keterbatasan pemasaran yang selama ini dihadapi pelaku UMKM.
Sebab, banyak pelaku usaha sudah memiliki produk, tetapi belum didukung kemampuan promosi digital, akses pasar yang luas, dan pemahaman mengenai perizinan usaha.
Menurut Gustaf, melalui workshop ini pihaknya akan menyeleksi 30 pelaku UMKM yang memiliki produk untuk mengikuti pelatihan lanjutan, khususnya pembuatan dan pengelolaan website sebagai sarana pemasaran digital.[yat]










